TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Koordinasi Nasional Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (DKN Garda Bangsa), mengutuk keras kejadian bom yg diduga bunuh diri di Masjid Polres Cirebon,
siang ini. DKN Garda Bangsa juga ikut prihatin dan bersimpati atas
korban luka-luka dlm kejadian ini, khususnya dari aparat kepolisian.
DKN Garda Bangsa menduga tindakan tersebut, merupakan salah satu upaya sistematis untuk mengadu domba umat beragama di Indonesia. "Ini adalah rentetan dari kasus penusukan pendeta di Bekasi,
serangan ke Ahmadiyah di Cikeusik, kerusuhan di Temanggung dan
lain-lain," papar Ketua Umum DKN Garda
Bangsa, M. Hanif Dhakhiri, Sabtu (16/04/2011).
Jika melihat polanya, kata Hanif, tidak menutup kemungkinan, aksi ini
adalah 'by design' dari sebuah operasi intelejen yang tidak diketahui
siapa dalang di balik semua ini. Ada indikasi kuat, upaya untuk
ingin menjadikan Indonesia seperti Afghanistan dan Iraq.
"Jika sebelumnya teror bom dilakukan di hotel-hotel, tempat hiburan dan
kantor kedutaan, sekarang mereka langsung ke jantung tempat ibadah,"
tegasnya.
Untuk menghindari kejadian serupa, DKN Garda Bangsa mendukung penuh
aparat kepolisian khususnya Densus 88 untuk mengusut tuntas kejadian
ini, dan terus memburu kelompok-kelompok yang tergabung dalam jaringan
kekerasan atas nama agama. (tribunnews/yat)
Baca tanpa iklan