News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bom Bunuh Diri di Cirebon

Keluarga Sri Maleha Tak Setujui Muchamad Syarif

Penulis: Y Gustaman
Editor: Ade Mayasanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang tewas tergeletak diduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Masjid Mapolres Cirebon, Jawa Barat. Jumat (15/4/2011)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yogi Gustaman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Keluarga tak setuju ketika mengetahui Sri Maleha (27) akan dinikahi oleh Muchamad Syarif, pelaku diduga bom bunuh diri di masjid Al Zikro, komplek Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, Jumat kemarin. Mereka yang menolak adalah kakak kandung Sri.

"Waktu ada kabar mau nikah dengan Syarif, kakak-kakaknya sempat enggak setuju. Yang nggak setuju Ade Muksin, waktu tahu Sri kawin dengan Syarif," ujar salah satu warga yang tak mau menyebutkan namanya kepada Tribunnews.com, di Majalengka, Minggu (17/4/2011).

Sri Maleha adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H. Syarif (almarhum), dan Hj. Rini. Keenam kakaknya antara lain Muslim, Omisah (almarhumah), Ade Muksin, Iis, Edi, Agus, dan Sri Maleha. Sementara kakaknya sudah memiliki rumah sendiri, Sri tinggal bersama ibunya. Di rumah ini lah Muchamad Syarif tinggal.

Menurut warga lainnya, keluarga Sri bisa dibilang tertutup dan jarang bergaul dengan warga. Hj. Rini hanya terlihat keluar ketika membeli kebutuhan di warung. Warga tak menyimpan banyak informasi soal keluarga Hj. Rini, apalagi menantunya Muchamad Syarif, pria kelahiran Cirebon 20 Agustus 1979 itu.

Syarif keluar rumah dan pamit kepada Sri pada 3 April 2011. Sehari sebelumnya, Syarif diduga melakukan pembunuhan terhadap anggota TNI di Desa Talun, Sumber, Kabupaten Sumber. Dari tubuh korban, didapati sebuah SIM C atas nama Muchamad Syarif dengan alamat Rt 03/06, Astana Garib, Kelurahan Pekalipan dan Kecamatan Pekalipan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini