Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pepi Fernando, tersangka bom buku dan upaya peledakan gereja Christ Catredal Serpong, mengaku menanam bom di Tol Cawang bersama dua rekannya, Jokaw dan Maulana.
Pepi kepada petugas mengaku lupa lantaran bom ditanam di bulan Ramadhan 2010 atau sekitar bulan Agustus 2010.
"Dilaporkan sampai terahir belum ditemukan bom tersebut. Setelah dilakukan penyisiran di lokasi, tim Jihandak dan Jibom (penjinak bom) belum temukan paket bom yang disampaikan dia," kata Kabag Penum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (26/4/2011).
Saat diperiksa penyidik Selasa siang, Pepi mengaku pernah menanam paket bom berdaya ledak tinggi di dalam tanah yang berada persis bawah Tol Cawang bersama Jokaw dan Maulana pada Agustus 2010.
Sebagaimana dinyatakan pihak kepolisian, 20 orang tersangka diduga terlibat dalam rangkaian bom buku dan rencana pengeboman gereja Christ Catredal, Serpong, Banten. Pepi diduga sebagai otak pelaku sekaligus donaturnya.
Pepi dan Jokaw yang merupakan alumnus UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, ditangkap di Aceh pada 21 April 2011. Sementara, Maulana ditangkap di Gunung Sindur, Bogor pada hari yang sama.
Pepi Fernando Ajak Jokaw dan Maulana Tanam Bom di Tol Cawang
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Ade Mayasanto
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan