TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi XI yang membidangi soal Keuangan dan Anggaran Negara
berencana memanggil satu per satu nama-nama yang disebut
bertanggung jawab dalam pembelian pesawat Merpati MA-60 buatan China.
Anggota Komisi XI Arief Budimanta menegaskan itu ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Senin (16/5/2011).
"Kita akan memanggil para pihak baik individu maupun lembaga yang terkait dengan pembelian pesawat itu," kata Arief.
Politisi PDI-P ini mengatakan nama-nama individu dan lembaga yang akan
dipanggil DPR sesuai dengan laporan tertulis yang disampaikan Merpati
dan pemerintah," ujar Direktur Eksekutif Mega Institute ini.
Dikatakan ini bukan kasus sembarangan apalagi terkait dengan dana
penggunaan Rp 2,1 triliun dari uang negara untuk pembelian Merpati.
"Ini menyangkut duit rakyat," ujarnya.
Dia juga menegaskan rencana mempertimbangkan Merpati ditransformasi dari
entitas bisnis ke badan layanan umum yang orietansinya pelayanan
masyarakat.
Sebelumnya Komisi XI telah memanggil manajemen Merpati, Kementerian
Keuangan, dan Kementerian BUMN meminta penjelasan soal pengadaan Merpati
MA-60. Satu dari 13 pesawat jenis ini jatuh dan menewaskan 25 orang
penumpangnya di Teluk Kaimana, Papua Barat, dua pekan lalu.
Pembelian Merpati MA-60 jadi bermasalah apalagi Mantan Wakil Presiden
Jusuf Kalla (2004-2009) pernah menolak pembelian Merpati jenis ini
dengan alasan keamanan terbang pesawat.
DPR Agendakan Panggil Penanggung Jawab Pembelian Merpati
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan