News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Contek UN Berjamaah di Surabaya

Imam Prasodjo: Kasus Siami Muncul Karena Kebijakan Pemerintah

Editor: Ade Mayasanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TERHARU - Ny Siami dan Fatkhur Rohman, wali kelas Al, teharu saat saling minta maaf dalam mediasi di balai RW, Kamis (9/6).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sosiolog Universitas Indonesia, Imam Prasodjo, menilai peristiwa yang dialami oleh Ibu Siami, merupakan buah dari sistem yang lebih mengutamakan hasil dibandingkan proses.

"Nilai-nilai masyarakat tak tumbuh begitu saja, tapi secara bertahap muncul karena struktur, kebijakan mendorong perilaku masyarakat," tutur Imam, kepada wartawan yang menemuinya dalam acara Koalisi Masyarakat Pendukung Ibu Siami bertajuk jujur itu hebat, yang digelar di Aula Gedung MK, hari ini, Kamis (16/6/2011).

"Kebijakan mendorong hasil tanpa proses, maka orang akan pragmatis. Seperti ujian harus lulus, bukan prosesnya," lanjut Imam.

Menurutnya, masyarakat seringkali menjadi korban dari sistem yang mementingkan hasil dibandingkan proses.

"Sebenarnya masyarakat yang melegitimasi kebusukan, dan protes, merupakan korban sistem yang sifatnya makro, harus dibongkar," ucapnya.

Untuk itu ia meminta, agar karakter kejujuran harus berhimpun menjadi koalisi lebih kuat, dan mesin penghancur kejujuran dan pembentuk kebusukan harus dievaluasi total.

"Yang harus diperbaiki, karkter kejujuran harus berhimpun menjadi koalisi lebih kuat, mesin penghancur kejujuran dan pembentuk kebusukan harus dievaluasi total," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, cerita Siami bermula dari laporan putranya Alif, yang diminta dua orang gurunya memberikan contekan kepada teman-temannya satu kelas saat Ujian Nasional (UN). Alif dikenal sebagai anak pandai di sekolahnya.

Siami kemudian mengadukan hal tersebut ke kepala sekolah dan komite sekolah, namun tidak digubris.
Kasus ini lalu masuk media massa sehingga menarik perhatian Walikota Surabaya. Kepala sekolah dan dua guru SD tersebut mendapat sanksi. Sedangkan warga Gadel, tempat Siami tinggal marah besar pada Siami dan keluarganya dan menyebutnya sebagai sok pahlawan dan tak punya hati nurani.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini