TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI Ganjar Pranowo meluruskan maksud terbentuknya Panitia Kerja Mafia Pemilu. Hal ini menyusul munculnya usulan dari Partai Demokrat bahwa Panja cukup saja menyoal kasus pemalsuan surat Mahkamah Konstitusi yang melibatkan banyak pihak.
"Dinamai Panja Mafia Pemilu bukan Panja Mafia Surat Palsu. Teman-teman bertanya kenapa? Karena teman-teman ingin membongkar itu dari awal dan juga Demokrat di situ tidak ada yang menolak," ujar Ganjar kepada wartawan usai rapat paripurna di DPR, Selasa (5/7/2011).
Dengan namanya yang begitu besar, Ganjar melanjutkan, Panja perlu
diberi kesempatan menerima pengaduan siapa saja yang merasa dirugikan soal suara. Selain itu, kehadiran Panja ini penting untuk memperbaiki proses pemilu 2014, terlepas untuk mencari siapa yang benar atau salah.
Anggota Komisi II lainnya Abdul Malik Haramain yang dimintai
komentarnya, kurang lebih sama dengan Ganjar. "Kalau Panja Mafia
Pemilu cuma dibatasi pada kasus Dewie Yasin Limpo, namanya Panja
Pemalsuan Surat dong," ujarnya.
Baca tanpa iklan