News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Demokrat Pecah

Seharusnya Pidato SBY Umumkan Kader yang Dipecat

Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Prawira
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik dari Lembaga Survey Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi menyatakan, seharusnya pidato SBY dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pembina Demokrat, SBY, dibarengi dengan 'cuci gudang' terhadap kader-kader Demokrat bermasalah.

"Pidatonya (SBY) belum cukup. Yang kita tunggu adalah cuci gudang terhadap kader-kader bermasalah. Yang baik bagi publik, harusnya bisa diangsur memberi sanksi keras terhadap kader bermasalah. Salah satunya, terhadap Nazaruddin," katanya.

Burhanuddin menegaskan kembali, proses pemecatan terhadap Nazaruddin sebenarnya sudah bisa dilakukan. "Jadi, ini momentum menjadi ajang bersih-besih sebagai partai yang katanya partai bersih," ujarnya.

Burhanuddin menilai, Demokrat belum bisa disejajarkan seperti partai-partai lain yang sudah memiliki masa jelas. Demokrat, dianggapnya, baru sebatas segerombolan orang saja, dan belum memiliki basis masa yang kuat.

"Demokrat yang tak punya akar sosial. Jadi, sistem rekrutmen partai, harusnya menjadi hal penting. Apalagi, menjadi partai pemenang pemilu, filtering partai harus ditingkatkan. Yang masuk ke Demokrat, punya banyak kepentingan berbeda-beda," kata Burhanuddin.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini