News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kepala BIN Bantah Pernah Danai FPI

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutanto membantah bocoran Wikileaks yang menyebut pernah mendanai operasional Front Pembela Islam (FPI) ketika masih menjabat Kapolri.

"Tidak ada yang gitu-gitu. Tidak pernah ada membiayai FPI," kata Sutanto ketika dikonfirmasi sebelum mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di kantor Presiden Jakarta, Selasa (6/9/2011).

Sutanto membantah semua tuduhan Wikileaks. Termasuk dituding dibelakang semua eksistensi FPI. "Tanya pada mereka (Wikielaks). Tidak benar semua itu," ujar Sutanto.

Sebelumnya diberitakan Wikileaks kembali membocorkan mengenai hubungan antara polisi dengan ormas FPI.

Selain mengungkapkan mengenai FPI yang dijadikan ‘attack dog’ Polri, telegram rahasia itu juga mengungkapkan bahwa mantan Kapolri yang kini menjadi Kepala BIN, Jenderal (Purn) Sutanto, adalah tokoh yang telah mendanai FPI.

Pendanaan dari Sutanto itu diberikan sebelum serangan yang dilakukan FPI ke Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Februari 2006 silam. Namun kemudian Sutanto menghentikan aliran dananya setelah serangan terjadi.

Saat pejabat kedutaan AS menanyakan manfaat FPI memainkan peran ‘attack dog’ itu, karena sebenarnya polisi sudah cukup menakutkan bagi masyarakat, Yahya menjelaskan bahwa FPI digunakan sebagai ‘alat’ oleh polisi, agar petugas keamanan itu tidak menerima kritik terkait pelanggaran Hak Asasi Manusia. Disebutkan juga bahwa mendanai FPI adalah sudah tradisi di lingkungan Polri dan BIN.

Kawat diplomatik yang dipublikasikan Wikileaks juga mengatakan bahwa FPI mendapatkan sebagian besar dananya dari petugas keamanan, tetapi mereka harus menghadapi pemotongan dana setelah serangan dilakukan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini