News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Skandal Nazaruddin

Komite Etik Ragu Nazaruddin Punya Rekaman CCTV dengan Chandra

Penulis: Vanroy Pakpahan
Editor: Yulis Sulistyawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tersangka suap pembangunan wisma atlet SEA Games 26 di Palembang, M.Nazaruddin (tengah)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vanroy Pakpahan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tersangka kasus suap pembangunan Wisma Atlet M Nazaruddin mengaku punya bukti yang menguatkan adanya pertemuan dirinya dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Chandra M Hamzah. Bukti itu berupa rekaman close circuit television (CCTV).

Namun keberadaan bukti CCTV itu diragukan oleh Ketua Komite Etik KPK Abdullah Hehamahua. Pasalnya, kata Abdullah, Nazaruddin terkesan berbelit-belit saat ditanya dimana keberadaan bukti CCTV.

Awalnya, Nazaruddin mengatakan bahwa rekaman video CCTV disimpannya dalam tas hitam yang dibawanya ke Kolombia. Tetapi setelah tas disita, penyidik KPK tidak menemukan bukti CCTV yang dimaksud.

"Kami tagih CCTV, dia bilang ada di dalam tas di Kolombia. Sedangkan tas yang diserahkan Dubes (Kolombia) ke penyidik KPK dan dibuka itu tidak ada CCTV. Dengan demikian maka timbul pertanyaan apa betulkah itu (ada) CCTV," kata Abdullah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (8/9/2011).

Setelah Komite Etik mematahkan pengakuan soal tas hitamnya, kata Abdullah, Nazaruddin kemudian mengklaim bahwa bukti CCTV disimpannya di Singapura. Abdullah pun telah meminta Nazaruddin menghadirkan bukti CCTV itu untuk mempertanggungjawabkan omongannya.

"Dia katakan mungkin ada di Singapura. Kita tagih untuk melihat seberapa jauh benar itu ada (bukti CCTV). Jadi orangnya itu yang antara pembohong dan peragu. Artinya dia tidak berani tegas mengatakan. Macam-macam, takutlah," tuturnya.

Komite Etik sendiri akan melanjutkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lain untuk menguji pengakuan Nazaruddin. Komite juga menjadwalkan pemeriksaan pimpinan KPK Chandra Hamzah dan Haryono Umar tanggal 19 atau 20 September. Abdullah memperkirakan, timnya akan menyimpulkan hasil pemeriksaannya pada minggu ketiga September.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini