News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Skandal Nazaruddin

Kubu Cikeas dan Anas Skenariokan Pelarian Nazaruddin

Penulis: Vanroy Pakpahan
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengamat politik Adhie Massardi, Boni Hargens, dan Neta S.Pane (kiri ke kanan) yang tergabung dalam Komite Pengawas KPK untuk Kasus Muhammad Nazaruddin atau KPK2N, mendeklarasikan diri di depan kantor KPK Jakarta Selatan, Rabu (24/8/2011). KPK2N mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa semua nama elite politik yang pernah disebut oleh Nazaruddin dalam berbagai kasus dugaan korupsi yang tengah diusut. (tribunnews/herudin)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah elit partai Demokrat diduga terlibat membantu pelarian tersangka kasus suap pembangunan Wisma Atlet M Nazaruddin. Demikian disampaikan Komisioner Komite Pengawas KPK untuk kasus Nazaruddin (KPK2N) Boni Hargens.

"Yang pasti elit Partai Demokrat yang diuntungkan, Anas, Andi Mallarangeng dan ada kelompok lain di Cikeas yang juga terlibat," ujarnya di Gedung KPK, Jakarta, Senin (12/9/2011).

Menurutnya, pelarian Nazaruddin sehari sebelum pencegahannya ke luar negeri sangat tidak wajar. "Tidak mungkin H-1 dia (Nazaruddin) bisa lari," katanya.

Oleh karenanya, Boni menduga pelarian bekas Bendahara Umum Partai Demokrat itu sudah diatur oleh para elit partai Demokrat. "Ini disetir oleh para elit Partai Demokrat, Nazar ini kan bekerja untuk Partai Demokrat," tuturnya.

Mengacu pada hal tersebut, KPK2N mendesak KPK untuk menyeret dan memeriksa para elit partai Demokrat yang diduga terlibat membantu Nazar bepergian keluar negeri.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga harus proaktif dalam mengusut tuntas kasus tersebut. "Ketua dewan pembina dan Ketua Umum seharusnya proaktif dalam mengusut tuntas kasus ini," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini