News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Reshuffle Kabinet

Freddy Numberi Tak Maksimal Jadi Menteri

Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Perhubungan Freddy Numberi meninjau posko tingkat nasional angkutan lebaran terpadu tahun 2011 di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Selasa (23/8/2011). Posko ini dibentuk untuk melaksanakan pemantauan dan pengendalian lalu lintas angkutan lebaran agar dapat terlaksana dengan tertib dan lancar. (tribunnews/herudin)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kritikan dialamatkan kepada Menteri Perhubungan Freddy Numberi yang dianggap tak maksimal menunaikan tugasnya. Freddy dianggap, tak serius dan tak ada hal yang bisa membanggakan terkait masalah prasarana transportasi.

"Kalau kami menilai kinerjanya, beliau (Freddy Numberi) tak serius, kurang maksimal bekerja. Kurang maksimal, kurang mampu menunjukkan kinerjanya, terkait persoalan transportasi Lebaran kemarin," kata politisi PAN yang juga anggota Komisi V DPR mitra kerja Kemenhub, Sunartoyo kepada Tribunnews.com, Rabu (28/09/2011).

Belum lagi, terkait soal angka kecelakaan yang terus meningkat. Kemudian, soal regulasi terhadap pengguna kendaraan bermotor.

"Gagap dalam menangani peningkatan volume pergerakan kendaraan. Kurang profesional, menjabat di Kemenhub sudah dua tahun, tapi tak juga menunjukkan kinerja yang maksimal, tak ada terobosan yang berarti," kritik Sunartoyo lagi.

“Mana ada terobosan berarti yang dilakukan? Kalau mau beralasan anggaran yang terbatas, maka semua negara manapun di dunia akan mengalami problem yang sama, akan tetapi yang terpenting adalah kinerja yang maksimal," Sunartoyo menandaskan.

Hal lainnya, sampai saat ini sarana transportasi umum yang bersifat massal belum secara maksimal. Buktinya, kata Sunartoyo lagi, masyarakat masih berbondong-bondong menggunakan sepeda motor saat mudik lebaran. Padahal, imbuh Sunartoyo, mudik dengan sepeda motor sangatlah berbahaya.

"Kinerjanya, hanya rutinitas saja (bussines as usual), sementara mobilitas penduduk Indonesiapertumbuhannya sangat cepat. Sehingga diperlukan orang yang bisa bekerja secara cerdas.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini