News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Densus Tangkap Terduga Teroris

JAT: Beni Asri dan Heru Mengkafirkan Ustad Baasyir

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Harismanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Abu Bakar Baasyir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) mengakui terduga teroris Beni Asri dan Heru Komarudin sempat menjadi anggota organisasi tersebut. Juru Bicara JAT, Sonhadi mengatakan, keduanya tercatat masuk organisasi pimpinan Ustadz Abu Bakar Baasyir sejak tahun 2010.

"Mereka akhirnya keluar pada Maret 2011 karena sudah tidak sejalan. Bahkan mereka mengkafirkan Ustadz ABB karena menggunakan TPM (Tim Pengacara Muslim) sebagai penasehat hukum," kata Sonhadi ketika dihubungi Tribunnews.com, Minggu (9/10/2011).

Selain mereka berdua, kata Sonhadi, beberapa DPO (Daftar Pencarian Orang) yang diburu polisi juga keluar dari JAT. Namun, Sonhadi tidak mengetahui apakah mereka bergabung dengan organisasi lain atau membentuk kelompok sendiri. "Mereka merasa sudah tidak cocok denhan perjuangan JAT," imbuhnya.

Diketahui, Densus 88 menangkap sejumlah terduga teroris seperti Beni Asri yang ditangkap 30 September 2011 di Desa Kasik Koto Sangi, Kecamatan Sepuluh Koto Singkarak, Solok Sumatera Barat, ketika hendak pergi salat jumat. Ia ditetapkan sebagai DPO setelah terjadi bom bunuh diri di Cirebon.

Kemarin, Densus 88 juga melakukan penangkapan terhadap terduga teroris terkait Bom Cirebon. Penangkapan tersebut berawal dari ditangkapnya Heru Komarudin di kawasan Senen Jakarta Pusat, Sabtu (8/10/2011) sekitar pukul 01.00 WIB.

"Malam itu juga Densus 88 langsung mengembangkan penangkapan Heru Komarudi sampai akhirnya mengarah ke sodara B. Sodara B ini sering berkomunikasi dengan Heru. Setelah diselidiki densus temukan sodara B di Bintara Bekasi barat," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (8/10/2011).

Berdasarkan pengembangan barulah diketahui B tinggal di Bintara, Bekasi Barat, di rumah Yahya (Y). "Peranan B dan Y masih diselidiki lebih lanjut," kata Anton. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini