Laporan wartawan tribunnews.com, samuel febriyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dituding melakukan pencamplokan wilayah Indonesia, di wilayah Camar Bulan, dan Tanjung Datu Pemerintah Malaysia mengaku tetap berkepala dingin. Menurut Menteri Pertahanan Malaysia, Dato Seri Ahmad Zahid Hamidi, tudingan yang dialamatkan ke pihaknya tersebut hanyalah sekedar isu, yang tak benar adanya.
"Kami di Malaysia dingin-dingin saja, laporan yang kami terima itu dari surat kabar Indonesia, tidak ada pembahasan khusus. Kita terima fakta yaitu kita tidak bikin pencaplokan," ujar Ahmad dalam acara jumpa pers di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Senin (17/10/2011).
Menurutnya, pencaplokan wilayah akan sulit terjadi, pasalnya selain ada Memory of Understanding (MoU), di antara kedua belah pihak tentang batas-batas wilayah kedua negara, selain dibentukan Joint Border Comitee diantara dua negara, sebagai bentuk perwujudan MoU tersebut.
"Sudah 36 kali meeting untuk bicarakan terjemahan apa yang di MoU itu meletakan patok di perbatasan Indonesia dan Malaysia dan hasilnya itu ya yang saat ini," katanya.
Menurutnya isu pencaplokan wilayah tersebut hanyalah bentuk politisasi untuk menimbulkan ketidakharmonisan hubungan kedua negara.
"Kalau ada agenda politik silahkan tapi jangan soal kesepadanan (perbatasan).
Senada, anggota Komisi 2 DPR RI, Ramadhan Pohan, menilai ada politisasi isu pencamplokan wilayah Camar Bulan dan Tanjung Datu. Pasalnya berdasarkan hasil kunjungan Panja Perbatasan Komisi 2 DPR RI, ke wilayah Camar Bulan, dan Tanjung Datu, Kalbar, dari hari Jumat (14/10/2011), hingga Minggu (16/10/2011), tidak ditemui fakta pencaplokan wilayah oleh Malaysia.
"Saya jadi tidak tahu gimana muncul berita seperti ini, tidak sejengkalpun wilayah kita dicaplok. Perbatasan ini, marilah kita politisi Indonesia dari manapun dia menyampaikan informasi sesuai fakta tidak usalah dibumbuilah dengan apa-apa, kasihan rakyat kita, diperbatasan masalahnya adalah persoalan kemiskinan, dan ketidakadaan infrastruktur," lanjutnya.
Baca tanpa iklan