Laporan Wartawan Tribunnews.com Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Pirto Hutagalung masih belum dapat menyembunyikan duka atas kehilangan anak bungsunya, Sondang Hutagalung. Putranya itu meninggal setelah aksi bakar diri di depan Istana Merdeka, Rabu 7 Desember 2011. Ketika duka masih menggelayut, ia sekeluarga dikagetkan kunjungan Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan.
Pria berumur 53 tahun itu seolah ingin menghilangkan duka dengan memetik gitar. Nada-nada pun coba dimainkannya. "Tadi malam, Pak Menhub datang ke rumah. Di sini ramai sekali, warga belum pernah kedatangan seorang menteri," kata Pirto saat ditemui di rumahnya Kampung Tambun Kapling RT02 RW 04 Desa Pahlawan Setia Kecamatan Tarumajaya Bekasi, Jawa Barat, Rabu (14/12/2011) siang kemarin.
Pirto lalu bercerita mengenai kedatangan Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan, kerap disebut EE Mangindaan, ia sedang beristirahat di ruang tamu. Pirto mengaku tidak ada informasi sama sekali mengenai kedatangan menteri itu. Apalagi, Pirto jarang berada di rumah karena sibuk bekerja menjadi sopir taksi. "Baru kali ini menteri datang ke daerah ini. Bagaimana caranya ya? Lokasinya kan jauh dan terpencil," kata Pirto yang mengenakan polo shirt dan celana kain hitam.
Sejak aksi Sondang membakar diri di depan Istana Negara, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldri Pasha menyebut, SBY memberi perhatian khusus. Saat mendengar aksi tersebut, SBY mengeluarkan instruksi agar tim dokter membantu pertolongan kepada Sondang.Namun lantaran luka bakar mencapai 97 persen, Sondang akhirnya meninggal dunia, Sabtu (10/12/2011) kemarin. (Bersambung)
Baca tanpa iklan