News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Teror Bom Buku

Mugiono dan Pepi Kerap Bicara di Teras Kontrakan

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Ade Mayasanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tersangka terorisme bom buku dan bom Gereja Christ Cathedral, Gading Serpong, Tangerang, Pepi Fernando (dua kiri) dengan pengawalan ketat petugas saat meninggalkan Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (15/12/2011). Sidang yang rencananya menghadirkan beberapa saksi ditunda karena hakim tengah menggelar rapat dan akan dilanjutkan pada Senin (19/12/2011) mendatang. (tribunnews/herudin)

Laporan Wartawan Tribunnews.com Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Empat rekan otak pelaku bom buku Pepi Fernando menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri , Jakarta Barat, Kamis (5/1/2012). Keempat terdakwa tersebut berperan dalam pembuatan bom buku yang sempat menggegerkan Jakarta di tahun 2011.

Seorang saksi Mulyono yang tiada lain tetangga terdakwa Mugiono menjelaskan dirinya sering melihat Pepi Fernando datang ke kontrakan yang ditempati Mugiono, di Pondok Kopi, Duren Sawit Jakarta Timur.

"Pepi sering datang, tetapi saya tidak menghitung berapa kali dia datang, sehingga saya tidak tahu persis," ungkapnya dalam kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (5/1/2012).

Pepi biasanya datang pukul 20.00 WIB atau 21.00 WIB dan hanya sekedar duduk dan hanya berbicara di kontrakan yang dihuni Mugiono.

"Dia tidak pernah nginap. Kadang-kadang mereka duduk di depan dan ngobrol biasa-biasa saja," ucap Mulyono.

Meskipun kontrakan Mulyono hanya terpisah satu tembok dinding saja, tetapi dirinya mengaku tidak pernah mendengar suara-suara aneh di dalam kontrakan Mugiono.

Saat digerbek, Mulyono hanya melihat buku-buku saja yang dibawa Densus 88 dari kontrakan Mugianto. Tetapi tidak melihat sesuatu yang aneh dari buku yang diamankan tim pemburu teroris tersebut. "Saya hanya sekilas saja saat itu," ujarnya.

Kemudian beberapa hari kemudian, Densus kembali mendatangi kontrakan tersebut dan menyita kembali beberapa barang bukti seperti jam dinding, abu gosok, cobek, dan ulegan. "Dalam jam dinding tersebut tulisannya jam jihad," ucap Mulyono.

Di Pondok Kopi, Densus 88 menangkap empat teroris terkait kelompok Pepi Ernando. Watono, Ade Guntur, Febri, dan Mugiono keempatnya merupakan jamaahnya Pepi. Mugiono bertugas membolongi kotak yang dipakai untuk bom buku.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini