Ketika itu, diatasnamakan koperasi atau semacam itu, yang tujuannya untuk kesejahteraan anggota.
Setelah pensiun, terakhir menjadi Kapolda Sumut, dia menjadi dosen PTIK.
Di bidang keagamaan, ia menjadi Presiden pertama Full Gospel Internasional untuk Indonesia.
Setelah dua kali menjabat, ia digantikan oleh Letjen HBL Mantiri.
Masih menurut Margana yang sempat menulis buku biografi almarhum, namun belum sempat terbit, ia tetap dalam kondisi miskin.
Setelah pensiun ia tidak punya rumah.
Sampai kemudian dibantu Direktur Polantas untuk mencicil sebuah rumah sederhana di gang sempit, kawasan Otista III, Jakarta Timur. (tribunnews)
Baca tanpa iklan