Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jendral Pol Timur Pradopo dengan Ketua Komnas HAM Ifdal Kasyim sepakat bekerjasama melakukan investigasi kasus bentrokan pembubaran massa di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat.
"Hasil temuan kami beserta rekomendasinya kita sampaikan kepada Kapolri terkait yang terjadi di Sape, bentuk pelanggaran HAM yang terjadi seperti apa dan kami merekomendasikan Kapolri untuk mengambil langkah penyelidikan-penyelidikan yang memadai terhadap apa yang terjadi di sana, dan memproses siapa saja yang bersalah," kata Ifdal di Mabes Polri.
Dalam pertemuan yang berlangsung pukul 13.30 hingga 15.30 WIB, Komnas HAM pun melakukan klarifikasi temuan korban dari Komnas HAM yang menyebutkan ada tiga orang yang tewas.
"Kepolisian menegaskan ada dua yang tertembak di luar pelabuhan, tetapi kami temukan juga di tempat lain. Kami akan melakukan klarifikasi lagi, kita akan lakukan joint investigation sehingga dapat kejelasan," ungkap Ifdal.
Kedua korban yang tertembak di luar pelabuhan yaitu Arif Rahman dan Syaiful akan kembali didalami lebih jauh oleh Komnas HAM dengan melakukan investigasi untuk memastikan penyebab kematiannya.
"Korban ini tewas dengan peluru apa, karena sampai sekarang belum diketahui korban tewas tertembak dengan jenis peluru apa," ucap Ifdal
Menurut Ifdal tim gabungan investigasi akan bekerja secepatnya seusai pertemuan tadi.
Baca tanpa iklan