News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Nasib Anas Di Demokrat

Politisi Golkar Enggan Tanggapi Pernyataan Anas

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anas Urbaningrum dan Nazaruddin saat masih bersahabat dalam lingkup Partai Demokrat.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR dari fraksi Partai Golkar, Deding Ishak, menjawab hati-hati saat diminta tanggapan tentang janji Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, yang bersedia digantung di Monas jika terlibat korupsi.

Deding dengan diplomatis mengimbau semua pihak menyerahkan proses hukum kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Jadi, tidak harus didorong atau dihalangi-halangi," kata Deding seusai diskusi bertema "Kontroversi Remisi Koruptor" di Jakarta, Sabtu (10/3/2012).

Jumat (9/3/2012) kemarin di kantor DPP Partai Demokrat, Anas sesumbar berani berjanji digantung di Monas bila menerima uang korupsi dari proyek Hambalang.

"Satu rupiah saja Anas korupsi Hambalang, gantung Anas di Monas," kata Anas, kemarin.

Dalam twitter-nya, Anas kembali menyuarakan hal yang sama. Bahkan, ia menyatakan bersedia digantung jika terlibat korupsi proyek Wisma Atlet, kasus yang menjerat bekas rekan koleganya di partai, Muhammad Nazaruddin.

"Kalau saya korupsi Wisma Atlet dan Hambalang, satu rupiah pun, saya bersedia ditembak mati atau digantung di Monas. Bagaimana yang bikin fitnah," tulis Anas dalam twitter-nya, kemarin.

Menanggapi janji-janji Anas tersebut, Deding mengatakan, "Saya pikir beliau punya hak sampaikan apapun."

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini