Laporan Wartawan Tribunnews.com, Edwin Firdaus
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terdakwa M Nazaruddin ngotot mendengar pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum yang mengatakan tikdak terlibat korupsi pembangunan proyek pembangunan sarana olahraga Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Bahkan, untuk menyikapi hal itu, Nazaruddin menantang Anas untuk melakukan ritual Sumpah Pocong dan dibuktikan di persidangan.
"Saya tidak mau memfitnah. Saya cuma ngomong adanya, kalau sumpah pocong bisa membuktikan, Saya siap sumpah pocong sama Anas. Siapa yang bohong nanti, tapi apakah itu pasti akan terealisasi? apakah anas berani?" tantang Nazaruddin saat dikonfirmasi wartawan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (12/3/2012).
Lebih lanjut, suami Neneng Sri Wahyuni ini juga meyakini lebih dari 100 persen jika Anas terlibat proyek senilai Rp 1,52 triliun yang diduga terindikasi korupsi. Nazar memastikan hal tersebut lantaraan dirinya mengklaim mengetahui secara persis aliran-aliran dana yang masuk dalam proyek itu. Nazar pun yakin betul jika Anas berandil dalam proyek tersebut.
"Dari awal proyek hambalng itu terpending hampir sekitar 3 tahun, tapi kenapa bisa jalan karena Anas turun tangan dia panggil kepala BPN, di situ yang ngundang pak Igantius Mulyono, tanya aja pak Mulyono nanti kalau saya dibilang bohong. Setelah anas ngomong sama bpn baru keluar sertifikat itu, setelah sertfikat keluar yang aturannya proses tender kan aturannya PT. DGI," bebernya.
Sebelumnya Anas pada Jumat lalu menyatakan siap digantung di Monas apabila dia korupsi di kasus proyek kompleks olahraga Hambalang, Bogor. Anas menegaskan tudingan dia korupsi di Hambalang hanya orang asal omong.
Anas menilai pemanggilan dirinya untuk penyelidikan kasus Hambalang tidak diperlukan. Pasalnya, ia menjamin, dirinya tidak menerima keuntungan dari proyek pembangunan stadion olahraga di Hambalang yang ditangani PT Adhi Karya. Terlebih, Anas meminta KPK untuk tidak perlu repot mengusut kasus Hambalang.
"(KPK) tidak perlu repot-repot mengurusi Hambalang. Kasus itu hanya berasal dari ocehan-ocehan (Nazaruddin) yang tidak jelas," ujar Anas kepada wartawan di kantor DPP Partai Demokrat, Jumat (9/3/2012).
Baca tanpa iklan