News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pengamat: Koalisi Retak Karena SBY Takut Ambil Risiko

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (tengah), berjalan keluar dari kantor DPP Partai Demokrat di Jakarta Pusat, usai memimpin rapat koordinasi, Minggu (1/4/2012). Rapat koordinasi rutin ini salah satunya membahas batalnya rencana kenaikan harga BBM pada bulan April ini. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Retaknya koalisi partai pendukung pemerintahan SBY-Boediono dengan adanya rencana PKS menjadi oposisi menjadi perbincangan hangat beberapa waktu belakangan ini. Penyebabnya adalah cara kepemimpinan SBY yang tidak berani menjalankan risk taking leader atau berani mengambil risiko.

"SBY sangat hati-hati dan cenderung melembagakan 'zona nyaman kekuasaan' ," ujar Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah, Gun-Gun Heryanto kepada Tribunnews.com, Senin(2/4/2012).

Tidak hanya itu, Gun-Gun melihat ada cacat bawaan konsep koalisi dalam sistem presidensialisme. Bagaimanapun koalisi besar dalam presidensialisme yang bersanding dengan multipartai ekstrem selalu akan menempatkan siapapun presiden dalam labirin kekuasaan.

"Sehingga sangat khawatir dan merasa tidak pasti jika mitra koalisinya tiba-tiba berpindah menjadi oposisi. Dalam konteks itulah, kebijakan atas para mitra koalisinya cenderung menjadi ambigu," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini