TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Sebelum DPR melakukan paripurna untuk mengambil keputusan atas rencana pemerintah menaikkan harga BBM, Presiden SBY melakukan pertemuan, saling kontak dengan para pimpinan partai politik, mitra koalisinya. Presiden SBY dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, kemudian mengungkap dalam pidato internalnya kepada para kader Demokrat, yang kemudian bocor ke media.
Berikut petikan pidato SBY terkait lobi yang dilakukan sebelum paripurna. Termasuk, saat dirinya yang sedang berada di melakukan perjalanan dan kembali dari Beijing, China dan Seoul Korea Selatan.
Kembali proses berjalan, terjadi sinergi, pertemuan-pertemuan, kontak-kontak, lobi-lobi, yang seolah-olah menuju rapat paripurna tanggal 30 Maret, koalisi akan kompak dan tidak ada apa-apa.
Saya mendapatkan laporan tiap hari ketika saya berkunjung ke Beijing dan ke Seoul. Tetapi sekali lagi naluri saya mengatakan "Its not that easy", tidak semudah itu. Sampailah pada tanggal 29 Maret sore hari mendarat di Halim Perdana Kusuma, disambut oleh Wapres, para Menko, dan sejumlah menteri, Panglima TNI, Kapolri, dan lain-lain. Dilaporkan, everything views to be OK. Waktu itu, saya tahu.
Perilaku politik, akhirnya ada waktu 1,5 jam rapat di situ, saya sampaikan ketidakperkenanan saya tentang ini itu, perbaiki ini-perbaiki itu.Tetapi tentu ada yang saya simpan, sepertinya belum bulat benar. Mengalir terus, sampailah pada 29 Maret malam banyak sekali dinamika, banyak terjadi. Tapi saya makin tahu, bahwa sebenarnya sebagian dari koalisi kita, bukan hanya satu partai, sebagian dari partai koalisi kita masih ada agenda-agenda tersembunyi. Ada agenda yang lain.
Baca tanpa iklan