News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

FPI Vs Warga di Solo

PDIP: Bentrok Solo Sengaja Dirancang, Coreng Citra Jokowi

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wali Kota Solo, Joko Widodo alias Jokowi. Memegang sapu lidi siap kerja keras untuk membenahi Jakarta, imbunya di Kantor Tribun Jakarta.Tribunnews Room di Kantor Tribun Jakarta di Jalan Palmerah Selatan, Jakarta. Senin (16/4/2012) lalu. Jokowi siap dalam pertarungan menjadi Gubernur DKI Jakarta. (TRIBUN JAKARTA/BIAN HARNANSA)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ada upaya melakukan black campaign terhadap elektabilitas calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Upaya tersebut terlihat dari pecahnya bentrokan antara Front Pembela Islam(FPI) dengan warga di kawasan Jebres, Solo, Jawa Tengah.

"Sebagaimana dugaan sebelumnya, semakin mendekati pelaksanaan pilkada serangan ke Jokowi-Ahok semakin intensif dengan tujuan me-down grade terutama Jokowi sehingga elektabilitas pasangan tersebut yang trendnya meningkat bisa dihambat. Setelah di black campaign dengan menyoal isu orisinalitas mobil Esemka maka tampaknya kartu ketertiban masyarakat mulai dimainkan," ujar Politisi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari, Sabtu(5/5/2012).

Bentrok antara FPI dan warga kata Eva sengaja dikonstruksi di akhir pekan atau bersamaan dengan jadwal kampanye Joko Widodo ke basis-basis di DKI Jakarta.

Untuk informasi lanjut Eva setidaknya ada 25 pertemuan warga direncanakan akan dihadiri oleh Jokowi pada Sabtu hingga Minggu malam ini.

"Gangguan tersebut, selain menghalangi kampanye Jokowi ditujukan juga untuk menciptakan kesan bahwa Jokowi tidak mampu menjaga keamanan di Solo, sehingga bisa jadi bahan kampanye hitam di DKI," jelasnya.

Lebih jauh Eva menjelaskan, komoditisasi instabilitas kekerasan sudah jadi pilihan strategi mengunci Jokowi melalui FPI. Hal itu menurut Eva amat memprihatinkan, karena menyeret Indonesia kembali ke masa menjelang reformasi melalui penggunaan PAM Swakarsa dan ormas untuk mencegah munculnya kepemimpinan yang akuntabel dan kredibel guna melanjutkan konsolidasi demokratisi di republik.

Karena itulah, Eva meminta agar pihak kepolisian profesional aparat untuk menjaga suasana kondusif sehingga mencegah masyarakat untuk terpancing oleh FPI terutama atas informasi adanya mobilisasi anggota FPI dari Jatim dan DIY ke Solo.

"Teori adanya peran elit Jakarta yangg sedang memainkan proyek ketidaktertiban masyarakat ini pertanda buruk pematangan demokrasi sipil yang harusnya steril dari intervensi oknum-oknum dari instansi penjaga keamanan," pungkasnya.

Seperti diketahui bentrokan di Gandekan, Jebres, Solo yang diduga melibatkan ormas dan sekelompok warga mengakibatkan dua orang mengalami luka terkena sabetan senjata tajam. Wakil Walikota Solo FX Rudyatmo menjamin suasana Kota Solo tetap kondusif pasca bentrokan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini