News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

586.047 Liter BBM Diselewengkan pada Januari-April

Penulis: Srihandriatmo Malau
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Aparata Sat Brimob Polda Sumsel menyita 1.200 liter yang akan ditimbun, dari truk milik Warga Ibul Besar di Jalan Musi II samping SPBU Musi II, Rabu (21/3/2012).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selama Januari hingga April 2012, sebanyak 586.047 liter bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi berhasil diungkap satgas pengawasan dan pengendalian BBM.

“Satgas terdiri dari BPH Migas, BIN, TNI, Polri, Bakorkamla, Kejagung, Kemenhub, Kemendagri, dan Bea Cukai,” ujar Ketua BPH Migas Andy Noorsaman Sommeng kepada wartawan di kantornya, Selasa (8/5/2012).

Dari total BBM yang ditemukan tersebut, lanjutnya, sebanyak 130.103 liter adalah minyak tanah, 360.336 liter solar, dan 95.568 liter premium.

Berdasarkan perkiraan, nilai barang bukti pada periode tersebut mencapai Rp 5.494.053.872. Rinciannya, minyak tanah Rp 1.1.72.267.552, solar Rp 3.431.185.056, dan premium Rp 890.601.264.

Satgas Pengawasan dan Pengendalian BBM Subsidi yang bekerja sama dengan aparat kepolisian daerah, juga telah menindak dan memeriksa sejumlah kasus.

Di Kalimantan Timur, satgas dan polisi mengungkap 54 kasus dengan barang bukti 147 ton solar, 24.812 liter premium dan solar, serta 600 liter minyak tanah.
Sedangkan barang buktinya adalah 25 unit mobil, 11 unit dump truck, dan uang tunai Rp 94 juta. Kasus ini masih dalam proses penyidikan.

Di Bali, satgas menangkap dua truk tangki solar bermuatan 15 ribu liter, dan empat truk tangki solar bermuatan 5.000 liter di Karangasem tanpa dokumen.

Di Pamekasan, satgas menemukan timbunan 143 drum solar (satu drum=200 liter) dengan pembelian dari SPBU setempat.

"Umumnya, modus penyelewengan yang ditemukan satgas dengan cara mengoplos dan menimbun," jelas Andy. (*)

Berita Nasional Terkini

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini