News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pesawat Sukhoi Jatuh

Dinginnya Tidur di Balik Semak Puncak Manik

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto yang dirilis pada tanggal 10 Mei 2012 oleh Angkatan Udara Indonesia dari sebuah helikopter. Mununjukan puing-puing sebuah Pesawat komersial Rusia Sukhoi Superjet 100 yang menghilang di daerah Pegunungan Salak. Bogor. Kamis (10/5/2012) Pesawat Sukhoi Superjet 100 dalam Joint Flight setidaknya membawa 45 orang dan Hilang setelah 25 menit lepas landas di daerah pegunungan Salak, Bogor. Rabu (9/5/2012) lalu. (INDONESIA AIR FORCE)

Laporan wartawan tribunnews.com : Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM - Ratusan anggota Tim SAR Gabungan hanya tidur di tenda-tenda darurat yang dibuat dari ponco, terpal, atau playsit. Namun tidak dari rombongan Pramuka Kabupaten Cianjur.

Minggu (13/5/2012), tim yang terdiri dari enam orang tersebut tidak mengira bahwa keadaan di Puncak Manik, Gunung Salak, Jawa Barat, begitu memprihatinkan.

Namun demikian, tim yang terdiri dari Reza, Wahyu, Rizal, Anwar, Rosadi, dan Dede tidak patah arang, berbekal logistik untuk dua hari hidup mereka membuat bivak alam yang terbuat dari dedaunan dan ranting-ranting pohon.

Minimal untuk menahan embun supaya tidur tidak terlalu dingin. Tetapi hujan begitu deras akhirnya dedaunan pun tidak mampu menahan air hujan di malam hari.

Tetapi mereka tetap bertahan dan bisa tidur enak. "Walau pun tidur seperti kerbau yang penting bisa istirahatn" ucap Rosadi.

Mereka sebenarnya tidak bisa berbuat banyak hanya membantu mengangkat mayat setelah diangkat dari tebing dan membuat halipad. Logistik yang serba kurang mengakibatkan mereka pulang lebih awal karena takut menjadi beban bagi orang-orang yang sudah berada di Puncak Manik.

"Kita pulang karena takut menyusahkan yang lain," ucapnya.

Baca juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini