News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pertemuan SBY dan Yusril Jangan Dijadikan Polemik

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur Bengkulu non aktif, Agusrin Najamudin (kiri), didampingi kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra (kanan), bersiap masuk ke dalam kendaraan yang akan mengangkutnya ke LP Cipinang, dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (10/4/2012). Agusrin divonis 4 tahun penjara karena dituduh terlibat korupsi dana bagi hasil Pajak Bumi dan Bangunan serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan tahun 2006-2007. Hari ini Agusrin mengajukan PK atas vonis MA tersebut. (Tribun Jakarta/DANY PERMANA)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak Istana Kepresidenan RI melalui Juru Bicara Presiden, Julian Aldrian Pasha, menegaskan pertemuan Presiden SBY dengan Pakar Hukum Tata Negara di kediaman Presiden, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/5/2012), malam, tak perlu dijadikan polemik.

"Itu pertemuan biasa saja. Tidak usah dipolemikkan," kata Julian ketika dikonfirmasi pers, Jumat (18/5/2012).

Menurut Julian, tamu Presiden banyak tidak hanya Yusril sehingga tidak pantas dikatakan pertemuan itu hanya semata-mata membahas soal putusan sela Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta yang memenangkan Yusril.

"Ada banyak hal yang dibahas. Saya tidak bisa memberi informasi lebih jauh," kata Julian.

Seperti diketahui, Keputusan Presiden (Keppres) SBY bernomor 48/P/2012 tertanggal 2 Mei 2012 mengangkat Junaidi Hamsyah menjadi Gubernur Bengkulu definitif menggantikan Agusrin Najamuddin ditunda. Hal ini sesuai keputusan sela PTUNĀ  Jakarta yang dimohonkan oleh Yusril Ihza Mahendra. Dengan demikian Gugatan Yusril terhadap Presiden dimenangkan.

Sudi menegaskan pada prinsipnya pemerintah menghormati proses hukum berlaku.
Menurut Julian kemenangan Yusril atas SBY hanya judul berita yang dipilih media massa.

"Kami berjalan berdasarkan sistem karena ada putusan dari pengadilan dan kita hormati. Pemerintah terbuka dan sangat rasional atas hukum dan tidak ada upaya intevensi hukum sedikit pun. Posisi Presiden sangat objektif apalagi Agusrin merupakan kader partai Demokrat," kata Julian.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini