TRIBUNNEWS.COM - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak berpidato dalam beberapa waktu ke depan.
Hal ini dimaksudkan untuk meredam kemarahan publik terhadap pemerintah.
Menurut Pangi, berbagai kritik hingga aksi demo unjuk rasa yang terjadi tidak semata-mata karena kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.
Tetapi, Prabowo dinilai gagal menjaga sentimen masyarakat melalui pidato-pidatonya yang dinilai Pangi banyak yang tidak terarah.
"Menurut saya, enggak usah Prabowo pidato dulu, 1-2 bulan ini pasti mereda negara ini. Yakin sama saya, berhenti Pak Prabowo itu pidato dua bulan ini."
"Jangankan dua bulan, seminggu ini berhenti pidato, enggak ada orang demo lagi," ungkap Pangi saat dihubungi Tribunnews.com melalui sambungan telepon, Jumat (11/6/2026).
Setelah itu, lanjut Pangi, pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan ekonomi yang langsung menyentuh dapur masyarakat.
Mulai menurunkan harga Pertamax, menggratiskan premi BPJS Kesehatan, menurunkan token listrik, hingga merealisasikan pemotongan komisi aplikasi ojek online menjadi 8 persen yang telah dijanjikan sebelumnya.
"Presiden Prabowo berhenti untuk ngotot. Jangan maksa gitu aja. Jangan ngeyel."
"Jangan coba-coba nantangin rakyat. Kasian. Jangan-jangan Presiden Prabowo ini lebih banyak prestasi daripada Jokowi. Cuma ketika dia pidato, justru menghilangkan semua prestasi itu," ungkap Pangi.
Baca juga: Pendemo Bawa Poster Candaan Bertuliskan Tutorial Menggulingkan Prabowo-Gibran, Ini Maksudnya
Pidato Prabowo Tidak Terarah
Pangi menilai banyak pidato Prabowo yang terlalu 'liar' dan tidak terarah.
Ia mencontohkan pidato Prabowo dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).
Dalam penggalan pidatonya, Prabowo berpesan untuk mengabaikan pihak yang nyinyir.
Prabowo juga melihatkan mimik muka manyunnya sambil berucap "nyenye-nyenye".
"Saya ingatkan dari dulu, presiden kenapa pidatonya kok begini terus. Nggak terarah, liar, di luar kendali. Yang nyenye-nyenyein dengan wajah mimik-mimik begitu, ini kayak nggak ada tim khusus. Nggak ada yang mengingatkan," ungkap Pangi.
Baca tanpa iklan