News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pengamat Sarankan Prabowo Puasa Pidato untuk Redam Kemarahan Rakyat

Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pada pidato itu, Prabowo mengingatkan mengenai pepatah anjing menggonggong kafilah berlalu.

"Yang nyinyir-nyinyir, ingat ya, ajaran dari guru-guru kita, biar anjing menggonggong, kafilah tetap terus," ungkap Prabowo.

Mantan Menteri Pertahanan RI itu menekankan, Indonesia membutuhkan para pengusaha yang militan, semangat, cerdas, da tidak mengenal menyerah.

Para pengusaha harus bangkit saat terjatuh.

"Jatuh, bangkit lagi, jatuh bangkit lagi, jatuh lagi bangkit lagi. Dan selalu saya titip, kita harus bersatu. Gotong royong. Kalau ada yang menghasut pecah belah yakinlah dia bekerja untuk orang lain, bukan untuk orang indonesia," tegasnya.

Prabowo mengatakan, Indonesia sudah berada di jalan yang benar. Untuk itu, tidak perlu mendengarkan komentar pihak yang nyinyir.

"Kita berada di jalan yang bener. Kita akan menuju kemenangan dan kehebatan saudara sekalian."

"Dulu, waktu pejuang-pejuang kita, waktu mereka mengatakan merdeka banyak juga yang nyinyir merdeka. Bagaimana kita mau merdeka bikin peniti saja tidak bisa, tetapi kita merdeka," ungkap Prabowo.

Bandingkan dengan Jokowi

Lebih lanjut, dalam urusan menjaga sentimen masyarakat, Pangi menilai Jokowi lebih unggul daripada Prabowo.

Meskipun, bisa jadi prestasi Prabowo lebih baik daripada Jokowi.

Menurut Pangi, esensi utama seorang pemimpin di Indonesia sebenarnya sangat sederhana, yaitu kemampuan memahami dan menjaga hati rakyat.

Itulah yang menurutnya menjadi kekuatan utama Jokowi selama menjabat.

"Jokowi itu kan ilmunya menjaga perasaan rakyat. Menjaga pencitraannya. Kerja Jokowi apa? Biasa aja, infrastruktur yang dibangun juga begitu-begitu aja," ujar Pangi.

Ia menambahkan bahwa prestasi terbaik sebuah pemerintahan bukanlah diukur dari pembangunan fisik, melainkan sejauh mana negara mampu membuat masyarakatnya tenang.

"Prestasi negara itu adalah sejauh mana mereka punya kemampuan untuk menggembirakan hati rakyat. Menggembirakan hati rakyat itu bagian dari prestasi. Menjaga perasaan rakyat itu bagian dari kinerja."

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini