Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Upacara bendera merupakan salah satu perwujudan semangat kebangsaan dan cinta tanah air, sehingga harus terus digelorakan di setiap diri prajurit TNI dan PNS TNI.
Diharapkan agar hakikat dan tujuan yang terkandung dari penyelenggaraan upacara, benar-benar dapat dipahami dan dimaknai sebagai suatu upaya mendorong peningkatan kinerja dan pengabdian prajurit TNI dan PNS TNI sebagai garda terdepan dan benteng terakhir dalam menjaga kedaulatan NKRI.
"Seperti diketahui bersama bahwa berbagai kemudahan dapat diperoleh melalui sarana dan media komunikasi yang berkembang pesat dewasa ini, khususnya dalam mengikuti perkembangan situasi yang terjadi berikut segala kecenderungannya, baik dalam lingkup global, regional maupun nasional," demikian amanat Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, yang dibacakan Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI S. Widjonarko, pada upacara bendera tujuh belasan di Lapangan Upacara Mabes TNI Cilangkap Jakarta, dalam keterangan pers yang diterima Tribunnews.com, Senin (21/5/2012).
Lebih lanjut Widjonarko mengatakan, pada lingkup global, pola interaksi antar kawasan atau antar negara demikian dinamis dengan mengedepankan kepentingan nasional, tentunya akan menghadirkan berbagai pola hubungan antar negara dan antar kawasan yang amat bervariasi serta saling terkait.
Kondisi-kondisi tersebut harus diikuti hingga detail-detail kecenderungannya, khususnya terkait masalah kawasan, yang terkait dengan tugas-tugas TNI di forum internasional dalam mengemban amanat konstitusi. Pada lingkup nasional, kita dapat menyimak dinamika perkembangan politik nasional yang secara perlahan menuju ke arah yang lebih baik.
Guna mencapai arah tersebut, pemerintah mengimplementasikan kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah dengan tiga harapan, yaitu pertama, munculnya kemandirian yang digerakkan oleh kreativitas dan inovasi daerah, dalam mengoptimalkan berbagai potensi sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang dapat mendukung dan memperkokoh pembangunan nasional dalam bingkai NKRI.
Kedua, tumbuhnya modal sosial dan bentuk partisipasi masyarakat yang akan menumbuhkembangkan komitmen, kepercayaan, toleransi dan kerjasama dalam meningkatkan solidaritas sosial yang berkolerasi positif dengan kinerja pembangunan dan kualitas kehidupan demokrasi yang lebih baik.
Ketiga, terbangunnya tata hubungan yang baik antara pemerintah pusat dan daerah secara proporsional, harmonis dan produktif dalam rangka penguatan persatuan dan kesatuan bangsa. Harapan tersebut harus didukung penuh, sesuai fungsi dan tugas yang di emban TNI dalam rangka tumbuhnya dinamika politik nasional, yang akan mendorong lahirnya keadilan serta tata pemerintahan yang efektif dan efisien bagi kemajuan daerah, sekaligus menghapus pandangan kritis bahwa otonomi daerah hanyalah jalan eksploitasi dan investasi asing.
Dalam kaitan perkembangan global, regional dan nasional, Panglima TNI menyampaikan beberapa atensi dan harapan, sebagai berikut, Pertama, pelihara dan tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagai wujud amaliah nyata dari Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, sekaligus sebagai landasan moral dan etika dalam pelaksanaan tugas para prajurit.
Selain itu, agar meningkatkan wawasan serta ilmu pengetahuan guna membangun kapabilitas TNI sebagai alat dan komponen utama pertahanan negara, serta sebagai instrumen diplomasi militer yang solid, profesional, berwawasan kebangsaan serta mencintai dan dicintai rakyat.
Menjaga dan meningkatkan soliditas dan solidaritas prajurit TNI, baik internal maupun antar angkatan, serta tingkatkan semangat dan jiwa korsa yang positif, terutama dalam menyikapi perbedaan pendapat atau bentuk-bentuk kesalahpahaman yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik antar sesama prajurit TNI maupun dengan Polri dan masyarakat. Keempat, amalkan secara nyata nilai-nilai setiap butir “delapan wajib TNI” di tengah kehidupan masyarakat yang sedang mengalami banyak cobaan. Hormati setiap nilai “kearifan lokal”, dimanapun para prajurit dan PNS TNI bertugas dan berada, demi semakin mantapnya “kemanunggalan TNI-rakyat” di atas semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Selanjutnya, tingkatkan pembinaan satuan dengan mengedepankan “kepemimpinan lapangan” dengan penuh simpati, keteladanan dan pengayoman. Kekang segala “naluri primitive” yang cenderung negatif dan merusak citra prajurit dan PNS TNI, serta citra satuan. Dan keenam, tingkatkan koordinasi, integrasi dan komunikasi dengan pemerintah daerah dan komponen bangsa lainnya, sehingga kondusifitas daerah yang sangat dibutuhkan bagi pembangunan nasional dan daerah dapat tercapai dengan baik.
Optimalkan setiap peluang pengabdian sesuai kemampuan dan batas kemampuan TNI, guna membantu terwujudnya kesejahteraan dan keamanan serta ketahanan masyarakat.
Upacara berlangsung dengan tertib dan khitmat, baik prajurit TNI maupun PNS TNI yang bertugas di lingkungan Mabes TNI Cilangkap mengikuti jalannya upacara bendera dengan penuh semangat, terutama dalam mendengarkan amanat Panglima TNI yang merupakan sarana komunikasi bagi pemimpin dan yang dipimpin.
Baca tanpa iklan