"Yang ada bangunan power house terjadi kemiringan sehingga kita selaku kontraktor mengambil keputusan untuk merobohkan," ungkapnya Joko.
Hak itu terpaksa dirobohkan, menurut Joko, lantaran pihaknya tidak mau memaksakan yang nantinya akan memakan korban ketika sudah selesai pengerjaannya. "Lebih baik kita merugi," tandasnya.
Nasional Terbaru
Baca tanpa iklan