News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mafia Anggaran

Kasus Wa Ode Nurhayati Akan Seret Banyak Orang

Penulis: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anggota DPR dari Fraksi PAN, Wa Ode Nurhayati, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Rabu (13/6/2012). Wa Ode didakwa kasus dugaan suap dana penyesuaian infrastruktur daerah (DPID). TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar Hukum Pidana, Khairul Huda mengatakan Wa Ode Nurhayati tidak mungkin bermain sendirian dalam kasus penyelewengan dana DPID, karena korupsi adalah kejahatan terorganisir yang melibatkan banyak pihak dan banyak kepentingan.

"Saya yakin kasus penyelewengan dana DPID yang menyeret Politisi PAN, Wa Ode Nurhayati akan menyeret orang-orang yang lebih tinggi baik di badan anggaran maupun fraksi atau partainya," kata Khairul Huda, di Jakarta, Kamis (14/6/2012).

Menurut Khairul, kasus korupsi jangan cuma dilihat dari umur pelakunya seperti Wa Ode yang baru berusia 30 tahun. Yang pasti perbuatan itu tidak mungkin dilakukan sendiri karena menyangkut kewenangan dari banyak orang.

Dirinya yakin dengan fakta-fakta persidangan yang terungkap, termasuk aliran dana, maka akan ketahuan siapa-siapa yang bekerja sama dengan Wa Ode termasuk siapa-siapa yang memerintahkan tindakannya selama di Banggar.

”Saya melihat KPK menggunakan metode mencicil. Seperti kasus traveler check, pertama yang kena kan yang menerima suap, setelah itu yang memberi suap, terus yang berkepentingan yaitu Miranda Goeltom sendiri dan setelah itu mungkin penyandang dananya,” tegasnya.
 
Pengamat Politik dari  Universitas Indonesia, Iberamsjah mengatakan untuk memproses dan tahu siapa yang berada dibalik korupsi yang dilakukan Wa Ode, bisa dilihat dari siapa yang menempatkan dia di Banggar DPR.

Dari sana, menurutnya akan ketahuan motif penempatan Wa Ode. Dirinya juga sependapat bahwa Wa Ode dengan umurnya yang masih relatif muda tidak mungkin berani bertindak melakukan korupsi kalau tidak ada yang menjaminnya dan orang kuat yang berada dibelakangnya untuk melakukan itu.
 
“Yah liat saja siapa yang menempatkan dia di banggar, maka akan ketahuan untuk siapa dia bermain termasuk menelusuri aliran dana dari rekeningnya. Lihat saja aliran dananya dan juga motifnya, maka akan terbongkar itu semua,” tandasnya.

Baca Juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini