News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Simulator SIM

Presiden Harus Tarik Polri Tangani Korupsi Simulator SIM

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gedung Korps Lalu Lintas (Korlantas), di Jalan MT Haryono, Jakarta, Selasa (31/7/2012). KPK menyidik dugaan kasus suap dalam proyek pengadaan simulator motor dan mobil senilai Rp 196.87 miliar. KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW), Agus Sunaryanto mengatakan, untuk mengakhiri polemik antara KPK dengan Polri maka Presiden harus segera turun tangan, salah satunya meminta Polri tarik diri dalam kasus dugaan korupsi pengadaan simulator SIM.

"Kami harapkan Presiden bisa meminta kepada Kapolri untuk tarik diri dari kasus ini," kata Agus kepada wartawan di Warung Daun Cikini, Jakarta pusat, Sabtu (4/8/2012).

Agus menegaskan, Presiden sebagai kepala negara memiliki kuasa penuh untuk menengahi kisruh ini. Lebih lanjut, jika memang Presiden masih memiliki semangat memberantas korupsi, maka sebaiknya serahkan kasus ini ke KPK.

"Presiden harus melihat ini secara jernih, bukan hanya bilang harus sinergi, tetapi pelajari UU-nya jangan sampai menyesali di kemudian hari," kata Agus.

Agus juga mengatakan bahwa sebaiknya keduabelah baik KPK dan Polri dewasa dalam menangani kasus ini. Jika tidak diselesaikan, Agus mengkhawatirkan persinggungan akan semakin keras.

"Polisi akan sibuk dalam kasus ini dan KPK juga sama. Sebaiknya masing-masing dewasa dan mengacu pada UU," ujar Agus.

Ayo Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini