TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengatakan tidak ada penolakan hingga perpecahan terkait sejumlah pentolan kaum buruh masuk pemerintahan.
Aktivis dan tokoh buruh, Jumhur Hidayat kini telah menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH).
Sedangkan, Presiden Partai Buruh, Said Iqbal disebut akan dilantik menjadi Penasehat Presiden Bidang Ketenagakerjaan.
"Jadi Tidak ada perbedaan apa pun di antara gerakan buruh. sesama pimpinan buruh kami saling support. Tidak ada penolakan," kata Andi Gani di sela-sela Kongres Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (6/6/2026).
"Jika ada isu penolakan terhadap Said Iqbal, saya tegaskan itu tidak ada penolakan. Semua mendukung Said Iqbal semua mendukung Jumhur Hidayat. Jadi tidak ada," sambungnya.
Baca juga: BREAKING NEWS Andi Gani ungkap Posisi untuk Said Iqbal yang Akan Dilantik Presiden Besok
Ia juga membantah soal isu adanya perpecahan di kalangan buruh akibat masuk ke dalam pemerintahan.
"Karena saya sendiri menyampaikan dukungan Said Iqbal menjadi Penasihat Presiden dan saya yakin beliau istiqomah dan akan tetap setiap terhadap perjuangan buruh," tuturnya.
Ditawari Masuk Pemerintah
Di sisi lain, Andi Gani mengaku juga sempat ditawari Presiden Prabowo Subianto untuk masuk menjadi pembantu Presiden usai adanya pertemuan bersama Jumhur Hidayat dan Said Iqbal.
"Jadi begini, saya cerita, pada beberapa waktu sebelumnya, saya bersama Bung Said Iqbal dan Bung Jumhur bertemu dengan Presiden (Prabowo). Saya sendiri diminta masuk dalam pemerintahan, yaitu di Dewan Buruh, tapi saya memilih untuk tetap menjadi Presiden Buruh," jelasnya.
Bahkan, penawaran itu diakuinya sudah didapat sejak era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Namun, ia mengaku tetap nyaman menjadi pimpinan buruh.
Baca juga: Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet Prabowo: Pengamat Sebut Suara Kritis Buruh Terancam Meredup
"Kalau saya tidak memilih dan tidak menerima menjadi pejabat pemerintahan, itu adalah pilihan hidup karena banyak wartawan yang bertanya, sejak zaman Pak Jokowi saya menolak masuk ke pemerintahan karena memang saya lebih nyaman menjadi pimpinan buruh," tuturnya.
Meski begitu, Andi Gani menegaskan pihaknya tetap berada di barisan untuk mendukung sepenuhnya soal langkah apa yang diambil Jumhur dan Said Iqbal.
Untuk informasi, Presiden Partai Buruh, Said Iqbal santer akan masuk Kabinet Merah Putih. Pemerintah saat ini sedang menggodok rencana masuknya tokoh buruh tersebut ke kabinet.
“Sedang kita diskusikan,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, (4/6/2026).
Prasetyo belum mau menjawab, kementerian atau lembaga apa yang akan diisi oleh Said Iqbal. Termasuk jabatan apa yang akan diemban. Yang pasti kata Prasetyo, sektor yang akan diisi oleh Said Iqbal sesuai dengan bidang yang digeluti selama ini.
Baca tanpa iklan