TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah pusat akan mengambil sikap mengenai "nasib" keberlangsungan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 di Riau. Keputusan tersebut akan diambil Pemerintah Selasa (7/8/2012).
Pasalnya, tim yang dipimpin Agung Laksono tengah bekerja mempelajari, menesuri dan mengevaluasi item per item terkait PON Riau. Sehingga pada Selasa mendatang, tim yang di dalamnya terdapat Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarengeng menjadi wakil dan anggotanya terdiri atas berbagai elemen, seperti Kejaksaan Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, serta beberapa kementerian, termasuk kementerian keuangan mendapat gambaran menyeluruh untuk mencari solusi terbaik.
"Selasa baru bisa kita sampaikan. Karena masih mau dirumuskan dulu sama tim. Kita masih belum berani merumuskan apa-apa dulu. Karena masih mau dipelajari dulu," ungkap Agung Laksono, kepada Tribun, Jakarta, Minggu (5/8/2012).
"Sekarang disisir dulu apa-apa yang bermasalahnya apa saja. Baru bisa kemudian yang bermasalah-bermasalah itu diselesaikan," terang dia.
Lebih lanjut, Agung Laksono juga mengakui hingga saat ini belum semua venue PON di Riau rampung dikerjakan. Menurut Agung, masih ada beberapa venue yang bermasalah.
"Tinggal tujuh yang bermasalah. Kalau nanti ternyata tempat venues tersebut bermasalah, kita tidak pakai. Kita pakai saja venues yang ada di Palembang dan Jakarta," tegas dikatakan Wakil Ketua Partai Golkar ini.
Agung menegaskan sekali lagi jika hingga waktu tertentu keadaan masih tak memungkinkan, kegiatan beberapa cabang olahraga bisa dipindah ke kota lain. Seperti di Palembang dan Jakarta.
"Seperti ada Bowling. Tapi kalau Bowling saya kira bisa. Karena sekarang sudah selesai. Tinggal alatnya saja. Alatnya itu ketahan di Bea Cukai."
Karena itu, pada Selasa nanti tim akan menerima laporan dan mensisirnya satu per satu. Kemudian akan dilakukan evaluasi item demi item.
Lebih lanjut, Agus menegaskan dirinya tetap optimis bahwa pelaksaan PON di Riau akan terselenggara tepat pada waktunya. Untuk diketahui, PON XVIII 2012 di Riau akan digelar pada 9-20 September mendatang.
"Jadi harus tetap optimislah. Kalau perlu jika tidak bisa semuanya di Riau, ya sebagian dilakukan di Jakarta atau di Palembang. Tapi tetap tidak boleh melanggar aturan Perundang-undangan."
"Pelaksanaan PON ini kan perintah Undang-undang. Jadi sebagai pemerintah ya harus dijalankan," pungkasnya sembari meminta untuk menantikan perkembangan terkait ini pada Selasa mendatang.
Ayo Klik:
Baca tanpa iklan