News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Simulator SIM

Yusril: Presiden Bisa Mediasi KPK dan Polri

Penulis: Ferdinand Waskita
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Yusril Ihza Mahendra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menyatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dapat memediasi KPK dan Polri. Itu dilakukan agar pertentangan KPK dan Polri dalam penanganan kasus simulator SIM tidak berlanjut.

"Bisa saja (mediasi). Presiden yang bisa lakukan itu. Kalau mereka mau dengar," kata Yusril di Jakarta, Kamis (9/8/2012).

Yusril tidak menyarankan membawa masalah itu ke Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut Yusril, cara tersebut adalah alternatif terakhir bila masalah tak kunjung usai.

"Saya juga tidak pernah bilang polisi menyidik lebih bagus, atau KPK menyidik lebih baik. Saya ngomong hukum saja. Saya enggak memihak sana dan sini. Enggak ada untung ruginya bagi saya," tutur Yusril.

Menurut Yusril, yang terpenting hukum harus ditegakkan. Apalagi, paparnya, UU KPK dan Polisi dia yang membuat, saat menjabat sebagai Menteri Kehakiman.

"UU KPK itu kan saya bikin, UU Polisi saya yang bikin juga. Dua-duanya saya yang bikin. Tahun 2002, Menteri Kehakiman kan saya, dan saya yang mengajukan UU itu ke DPR," ungkapnya.

Yusril mengaku paham dengan UU tersebut. Bila polisi sudah menyidik lebih dulu, maka jaksa tidak bisa mengambil. Sebaliknya juga demikian. Bila KPK melakukan penyidikan lebih dahulu, maka polisi dan jaksa tidak bisa mengambilnya.

"Saya paham dua-duanya sampai jadi draft dan UU-nya. Bagaimana saya enggak mengerti. Saya mengerti dua-duanya. Jadi, memang tidak mungkin terjadi overlap," cetusnya. (*)

BACA JUGA

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini