News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pramono: SBY juga Kelelahan

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Rachmat Hidayat
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Pramono Anung. (TRIBUNNEWS.COM/Bian Harnansa)

Dibaca: SBY Tegur Anak-Anak Di Puncak Hari Anak Nasional

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegur anak-anak yang mengantuk dan tertidur saat dirinya berpidato saat peringatan Hari Anak Nasional di TMII, Jakarta, Rabu (29/8) kemarin, adalah hal wajar.

Kemungkinan hal itu dilakukan karena bukan saja anak-anak yang letih mempersiapkan diri dan menunggu dimulainya acara, tapi Presiden SBY sendiri tengah kelelahan.

"Saya lihat mungkin Presiden tegur karena presidennya juga lelah. Sehingga saya tidak lihat sebuah persoalan yang besar. Namanya presiden tegur anak 'kan boleh saja," ujar Wakil Ketua DPR, Pramono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (30/8/2012).

Menurut Pramono, dapat dimungkinkan anak-anak SD tersebut mengantuk hingga tertidur karena sudah harus bangun sejak pukul 06.00 WIB agar bisa menghadiri dan melihat presidennya secara langsung di TMII.

Sementara, acaranya baru dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. "Apalagi dihadirkan di TMII itu kan butuh waktu yang lama. Jadi, pastikan sudah lelah," imbuhnya.

Seperti diberitakan, Presiden SBY untuk ke sekian kali harus menghentikan pidatonya lantaran ada "peristiwa" yang kurang berkenan di hadapannya.

Kali ini, hal itu terjadi karena SBY melihat ada anak-anak yang tertidur saat dirinya berpidato dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional di Teater IMAX Keong Mas, Jakarta, Rabu, 29 Agustus 2012. "Tolong dibangunkan yang tidur, ada satu-dua yang mengantuk," kata SBY.

Selain kelelahan karena harus mempersiapkan diri dari pagi dan menunggu, anak-anak SD tersebut juga disuguhi materi pidato SBY yang terbilang "cukup berat". Di antaranya kompetisi global yang keras akan dihadapi anak-anak ke depannya.

Beberapa istilah seperti nilai-nilai luhur, mind set, culture shock, dan future shock, hingga 'all the flowers of all the tomorrows are in the seeds today' melengkapi pidato kakek dari Almira Tunggadewi pada saat itu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini