News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penembakan Solo

Kepala RS Polri: Silakan Hubungi Densus 88

Penulis: Mochamad Faizal Rizki
Editor: Rachmat Hidayat
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kondisi Jalan Veteran, Solo, pascabaku tembak antara Densus 88 dengan beberapa pelaku teroris tampak ramai, Sabtu (1/9/2012).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --Kepala Rumah Sakit Bhayangkari Tingkat I Raden Said Sukanto, Brigjen Pol Agus Prayitno menyarankan agar meminta keterangan langsung terkait informasi tewasnya dua terduga teroris Farhan dan Muchsin secara kepada Densus 88.

Penegasan tersebut diungkapkan Kepala Rumah Sakit dr Sukanto, Brigjen Pol Agus Prayitno, saat dihubungi wartawan, Senin (3/9/2012).

"Untuk hari ini tidak ada konfrensi press. Untuk masalah seputar keterangan seputar dua jenazah teroris, sebaiknya hubungi tim Densus 88," kata Brigjen Pol Agus Prayitno, melalui pesan singkatnya yang diterima wartawan.

Sementara itu dari pantauan Tribunnews.com, sekitar 15 aparat kepolisian dari Polres dan Polsek Kramat Jati, Jakarta Timur masih berjaga di depan ruangan forensik RS Polri R Said Sukanto.

"Dari polres 3 anggota dan 12 dari polsek Kramat Jati," Aipda, Sinulingga dari Polsek Kramat Jati.

Seperti diketahui, beredar kabar keluarga alhmarhum, Farhan dan Muchsin rencananya dari Solo, akan mendatangi RS Polri Sukamto guna memastikan apakah kedua jenazah tersebut merupakan keluarganya atau bukan. Namun hingga saat ini, kerabat ataupun handai taulan, belum juga tiba.

Dua jenazah terduga teroris yang tewas dalam bauk tembak dengan densus 88 tibaRS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (1/9/2012) sekitar pukul 12.00 WIB.

Jenazah dibawa yang dimuat dalam kantong berwarna orange langsung dibawa masuk oleh petugas rumah sakit menuju kamar jenazah.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah melakukan identifikasi postmortem (setelah kematian) terhadap keduanya, namun saat ini pihak DVI Polri masih menunggu keluarga terduga teroris guna mencocokkan data antemortem (sebelum kematian).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini