TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) berharap lolos verifikasi faktual peserta pemilu 2014. Ketua Pimpinan Kolektif Nasional PDP Roy BB Janis mengharapkan KPU dapat bertindak adil dalam melakukan proses verifikasi.
"Kami harap PDP bisa menjadi peserta pemilu bersama dengan partai-partai lainnya. Kami harapkan pihak KPU lakukan proses verifikasi sesuai ketentuan perundang-undangan dan secara adil bisa memperlakukan baik yang ada di senayan maupun non senayan, itu yang kami ingin KPU menggarisbawahi," kata Roy di Kantor KPU, Jakarta, Senin (3/9/2012).
Roy menyampaikan rasa terima kasihnya kepada MK karena mengeluarkan putusan yang adil dengan memerintahkan semua partai parlemen dan nonparlemen untuk mengikuti proses verifikasi. Untuk itu, ia pun berharap KPU juga tidak melakukan diskriminasi terhadap verifikasi tersebut.
"Jadi waktu kemarin UU yang ditetapkan parlemen senayan ada 9 partai itu menyatakan bahwa yang ikut verifikasi hanya partai nonparlemen. Kami berterima kasih pada MK yang telah memerintahkan semua partai parlemen atau non parlemen untuk ikut verifikasi.
Sehingga diharapkan hasilnya bisa adil bagi semua pihak, menghasilkan calon-calon legislatif yang berkualitas di tahun 2014 akan datang," ungkapnya.
Roy mengaku pihaknya sudah melihat adanya diskriminasi tersebut. Untuk itu, PDP mengajukan surat keberatan kepada KPU serta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) serta Bawaslu. "Kami yakin KPU bisa dengar aspirasi ini," ujarnya.
Roy mengatakan PDP telah menyerahkan sejumlah persyaratan untuk menjadi peserta pemilu 2014. Namun, ia mengakui masih terdapat kekurangan yang nantinya disampaikan oleh KPU.
"Jadi diharapkan PDP bisa sukses dalam verifikasi. Tapi saya tekankan lagi azas nondiskrimasi harus ditegakkan," katanya.
Klik:
Baca tanpa iklan