News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Calon Presiden 2014

Hidayat Nur Wahid Dukung Luthfi Jadi Capres PKS

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Anwar Sadat Guna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden PKS, Luthfi Hasan, bersama Cagub DKI Jakarta, Fauzi Bowo (ki-ka), saat menghadiri acara pendeklarasian dukungan Partai Keadilan Sejahtera kepada pasangan Foke-Nara dalam Pilkada DKI putaran kedua, di Kantor PKS, Jakarta, Sabtu (11/8/2012). Setelah calonnya gagal melaju ke putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, PKS akhirnya menjatuhkan pilihan mendukung pasangan Foke-Nara, alih-alih mendukung pasangan Jokowi-Ahok.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Beberapa partai politik mulai mengumumkan calon presiden (capres) yang akan bertarung pada Pemilu 2012. Namun, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sejauh ini belum mengumumkan nama capres.

Hanya sejumlah politisi PKS yang memulai menggembar-gemborkan bakal capres mereka, di antaranya Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dan Sekjen PKS Anis Matta.

Anggota Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid, lebih mendukung Luthfi menjadi capres. "Sudah sewajarnya ketua partai dicalonkan, sama seperti partai-partai lainnya," kata Hidayat kepada wartawan, Selasa (4/9/2012).

Hidayat membenarkan adanya desakan dari akar rumput PKS untuk mencalonkan Luthfi menjadi capres.

Menurut Hidayat, pencalonan Lutfi ini merupakan bagian dari upaya PKS menawarkan capres alternatif kepada masyarakat. Ia pun percaya Lutfi mampu menawarkan visi kepemimpinan lebih baik dibandingkan nama capres lain yang sudah muncul saat ini.

Terkait elektabilitas Lutfi yang masih rendah dalam sejumlah survei? Hidayat mengaku tidak khawatir dengan rendahnya elektabilitas dan populeritas Luthfie di masyarakat.

Menurut dia, selama ini Lutfi lebih banyak bekerja di internal partai. Dan masalah ini diharapkan bisa diselesaikan dalam dua tahun jelang Pilpres 2014.
Caranya, PKS akan berusaha mendongkrak popularitas Lutfi dengan cara menghadirkan Lutfi di forum-forum publik. Selain itu PKS juga akan mengefektifkan mesin-mesin partai di tingkat hingga akar rumput.

"Ini masih 2012, PKS masih punya waktu untuk konsolidasi di internal partai," ujar anggota Komisi I yang sempat gagal dalam Pemilihan Gubernur DKI 2012 itu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini