Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saksi mata melihat korban ledakan masih terbakar ketika warga mendatangi Panti Asuhan Pondok Bidara. Ledakan tersebut terjadi pada pukul 21.00 WIB, Sabtu (8/9/2012).
"Setelah ledakan, warga merangsek masuk, ternyata ada korban pria dalam posisi telentang, masih ada api di dadanya, warga lalu mengambil air untuk memadamkan api di badan," kata saksi mata Dani Aditya (27) di lokasi kejadian, Minggu(9/9/2012).
Dani mengatakan ciri-ciri pria tersebut berperawakan gelap dengan rambut keriting. Dani melihat tinggi korban tersebut sekitar 168 cm dengan tubuh agak gempal.
Saat itu, Dani menceritakan situasi rumah tersebut penuh asap dengan bau mesiu yang sangat tajam. Petugas kepolisian kemudian datang 30 menit setelah kejadian.
"Polisi lalu memaksa korban berdiri, padahal dia sudah enggak bisa, tangannya hampir putus," ujar Dani.
Mengenai aktivitas yayasan yatim piatu, Dani mengatakan tempat tersebut terlihat sepi. Spanduk yayasan yang terpampang di rumah kontrakan tersebut baru dilihat Dani sejak dua bulan lalu.
Ledakan tersebut terdengar hingga 500 meter dan sempat membuat atap bergoyang.
"Saya tadi di pos hansip langsung terdengar ledakan keras," ujarnya.
Berita Terkait: Ledakan di Depok
- Tak Pernah Ada Anak Kecil di Panti Asuhan Pondok Bidara
- Dua Kuli Bangunan Alami Luka Robek
- Wakapolda Metro: Dua Orang Sudah Diamankan Densus 88 Polri
- Penyewa Kontrakan Pondok Bidara Bernama Yusuf Rizaldi
- Satu Orang Dikabarkan Tewas Akibat Ledakan di Depok
- Sebelum Ledakan Ada Mobil Avanza Hijau Parkir
Baca tanpa iklan