News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

WNI Ditembak Polisi Malaysia

Kemlu Serahkan Proses Hukum Empat WNI ke Malaysia

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Staf Khusus Menakertrans, Dita Indah Sari (kiri), Anggota komisi I DPR, Poempida Hidayatulloh (tengah), dan Juru Bicara Kemenlu, Michael Tene menjadi pembicara pada sebuah diskusi interaktif bertema mengurus TKI setengah hati di Jakarta Pusat, Sabtu (28/4/2012). Diskusi membahas nasib tenaga kerja Indonesia yang sering menjadi korban kekerasan di Malaysia. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri menyerahkan sepenuhnya proses hukum empat orang WNI kepada pemerintah diraja Malaysia. Hal tersebut menyusul adanya penembakan oleh kepolisian di negeri jiran itu terhadap empat WNI yang diduga berniat melakukan perampokan.

"Dalam hal seperti ini apabila ada tindakan kriminal pihak kepolisian setempat yang melakukan proses hukum, seperti kalau ada kasus yang menimpa warga asing disini yang berwenang polisi di Indonesia," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Michael Tene kepada Tribunnews.com, Kamis(13/9/2012).\

Hanya saja kata Michael pihak kedutaan besar Indonesia di Malaysia akan terus mengikuti perkembangan yang ada di negeri jiran mengenai nasib empat WNI tersebut. Terlebih, lanjutnya apabila di tengah perjalanan nanti ditemukan adanya ketidakwajaran dalam proses hukumnya.

"Hanya tentunya, kedutaan mengikuti perkembangan di luar. Apabila ada ketidakwajaran akan ditindaklanjuti serta akan memastikan identifikasi, yang terpenting kan itu sekarang, karena WNI kita sudah meninggal," jelasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, empat orang WNI(sebelumnya ditulis lima) tewas ditembak polisi Malaysia di negara bagian Perak. Kemudian sebagian anggota tubuh warga negara Indonesia tersebut diduga diambil oleh orang Malaysia.

Keempat warga Indonesia yang ditembak tersebut bernama Jony alias M Sin (35), Osnan (37), Hamid, Diden, dan Mahno. Kejadian penembakan itu terjadi pada tanggal 7 September sore di Perak Malaysia.  Sofyan Hamid (24) keluarga korban menyebutkan, empat orang adalah warga Batam sedangkan Mahno adalah orang Madura.

Empat warga tersebut tinggal di Bengkong Pertiwi, Batam. Sedangkan Mahno tinggal di Ipoh, negara bagian Perak.  

"Kami dapat kabar dari istri Mahno Jumat (7/9/2012) sore. Tetapi, waktu itu belum pasti apa benar ditembak," ujar adik Jony, Rabu (12/9/2012) kemarin.

Berita Terkait: WNI Ditembak Polisi Malaysia

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini