News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

PP: Nilai Pancasila Sudah Redup di Tengah Masyarakat

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Anwar Sadat Guna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Pemuda Pancasila (PP) Japto S Soeryosumarno, berjalan di tengah-tengah kadernya, tahun lalu.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila (PP) menggelar Musyawarah Wilayah yang berlangsung di hotel Twin Plaza, Jakarta Barat.

Dalam kesempatan tersebut, disinggung mengenai nilai-nilai Pancasila yang dianggap sudah meredup di masyarakat.

Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila, Japto Soelistyo Soerjosoermarno, mengatakan yang namanya mengawal Pancasila maka harus dilakukan oleh banyak orang dan tidak sebatas dilakukan oleh Pemuda Pancasila.

Menurutnya, institusi seperti TNI/Polri saat ini sudah mulai luntur dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila.

"Kami ingin kembalikan sense of belonging dan sense of protection terhadap bangsa dan negara ini. UUD 1945 dalam mukadimahnya diikat dengan filosofi Pancasila. Sekarang Pancasila diacak-acak oleh parlemen," ujar Japto, Jumat (28/9/2012).

Ia menyatakan, mulai pudarnya nilai Pancasila saat ini dikarenakan kelalaian dari pemerintah.
Hal itu, lanjut dia, dapat dilihat dari sistem pendidikan nasional.

"Bung Karno pernah mengatakan Jas Merah atau jangan sekali-kali melupakan sejarah. Pendidikan sejarah bukan di rumah tangga, tetapi di sekolah formal. Itu wajib, karena dari sejarah bisa mengenal adat istiadat dan kelahiran bangsa ini," cetusnya.

Lebih lanjut, Japto berpendapat pemerintah saat ini bukan lagi lalai menjaga nilai Pancasila, namun sudah mulai mengabaikan.

Menurutnya, pemerintah tak lagi mempunyai perhatian terhadap Pancasila dimana hal itu dapat terlihat dalam sistem pemerintahan, parpol, dam masyarakat.

"Tetapi Pemuda Pancasila tetap perjuangkan itu. Coba lihat setiap kegiatan Pemuda Pancasila, apa isinya. Kami masih tetap pertahankan moral sebagai Pancasilais, solidaritas tinggi dan nasionalis dipertahankan. Sekarang ini yang bicara purnawiranan TNI/Polri. Kenapa institusinya tak bicara sebagai tulang punggung?" pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini