TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Klewang-625 yang terbakar di Pangkalan TNI Angkatan Laut Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (28/9/2012) sore, belum rampung pembuatannya.
"Memang kapal itu baru dibuat dan memang belum sempurna," kata Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono di Halim Perdanakusumah Jakarta, Minggu (30/9/2012).
Panglima menegaskan rencananya TNI AL akan diadakan subtrial terhadap kapal itu tetapi belum sempat diujicoba sebelum kejadian tersebut.
"Karena itu sepenuhnya masih tanggungjawab TNI AL masih akan menunggu proses selanjutnya. Karena semuanya masih tanggungjawab pangkalan," kata Agus.
KRI Klewang yang tergolong kapal perang canggih dengan keunggulan tidak terdeteksi oleh radar musuh itu, merupakan hasil kolaborasi riset, desain dan pengembangan antara "North Sea Boats Pte Ltd" atau PT Lundin Industry Invest Banyuwangi bersama arsitek kapal LOMOCean dari Selandia Baru.
"Investigasi terhadap kapal itu masih terus dilanjutkan," kata Agus.
Menurut Agus dengan terbakarnya jenis kapal ini maka akan dilakukan evaluasi apakah perlu ditambah unitnya atau dihentikan sama sekali pembuatannya.
NASIONAL POPULER
Baca tanpa iklan