News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Seluruh Anggota Fraksi PKS Siap Berbatik Ria Hari Ini

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengunjung menikmati pameran kain unggulan Indonesia, dalam acara Adiwastra Indonesia 2011, di Jakarta International Convention Center, Jumat (17/6/2011). Kain batik dari seluruh penjuru Indonesia dipamerkan dalam acara yang berlangsung dari tanggal 15 sampai 19 Juni 2011 tersebut. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR dan seluruh Tenaga Ahli beserta para Asisten Anggota Fraksi PKS diminta untuk mengenakan busana batik pada hari ini untuk memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal tersebut.

Hal ini merupakan wujud kecintaan FPKS sebagai anak bangsa akan warisan budaya yang sudah diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya lembaga di bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (UNESCO).
Demikian diungkapkan Wakil Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal Senin(1/10/2012) malam.

Seperti diketahui, Hari Batik Nasional ditetapkan pertama kali pada tahun 2009 oleh pemerintah bertepatan dengan diakuinya batik sebagai warisan budaya Indonesia.

“Bangsa lain boleh mengklaim, tapi klaim itu tidak akan berarti bila kita mau menggunakan dan membeli batik dalam negeri,” ujar Mustafa Kamal.

Perintah menggunakan batik ini kata Mustafa merupakan hasil dari rapat Pimpinan Fraksi yang digelar, Senin (1/10/2012) pagi.

Ia juga menyarankan para anggota FPKS sebisa mungkin menggunakan batik dengan corak dan motif dari daerah pemilihannya. Menurut Mustafa, Indonesia begitu kaya akan khasanah corak batik, dan semua itu adalah kekayaan yang mesti dilestarikan dengan cara menggunakannya secara rutin di berbagai kesempatan.

Ia menyatakan dalam keseharian, anggota Fraksi PKS menggunakan batik tidak hanya di hari Jum’at seperti dianjurkan pemerintah.

“Dalam berbagai kesempatan yang tidak terlalu membutuhkan pakaian jas resmi, kami hampir selalu memakai batik,” ujarnya.

Mustafa menyebut budidaya batik yang dilakukan oleh Anggota Dewan cukup efektif.

“Jika kebetulan ada tamu asing, maka kerapkali kami memberikan suvenir kain batik,” ujarnya.

Ia mengutip data Kementerian Perindustrian yang menyebutkan industri batik nasional pada tahun 2010 saja berhasil menghasilkan penerimaan negara dari ekspor sebesar US$ 105 Juta atau hampir mencapai Rp  1 Triliun.

“Jadi, berbatikria bukan sekedar menjaga warisan budaya, tetapi juga dapat menghasilkan penerimaan negara yang tidak kecil,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini