News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Hambalang

Angkatan Muda Demokrat Minta KPK Tuntaskan Kasus Hambalang

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Yulis Sulistyawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi demo antikorupsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Angkatan Muda Demokrat (AMD) Boyke Novrizon mempertanyakan peranan KPK saat ini apakah sebagai pelindung koruptor ataukah pemberantas korupsi di negeri ini. Masalahnya sampai hari ini dua kasus besar di KPK yakni dugaan kasus Hambalang dan Wisma Atlet sepertinya terus diwacanakan ke publik  tanpa upaya konkrit untuk dituntaskan.

"Bicara kasus Hambalang yang cukup fenomenal adalah penjelasan Ketua KPK Abraham Samad. Saya melihat Mr Abraham ini satu-satunya ketua KPK yang cukup progresif menyikapi persoalan koruptor oleh tokoh nasional. Tapi apakah komentar ketua KPK soal keterkaitan Ketua Umum Demokrat atas  kasus Hambalang bisa dipertanggungjawabkan?" kata Boyke di Jakarta, Kamis (4/10/2012).

Boyke heran dengan pernyataan pimpinan KPK seperti Abraham Samad yang terlihat terorganisir seperti mencicil-cicil pernyataannya ke publik mengenai kasus Wisma Atlet dan terutama kasus  Hambalang. Apalagi terus-menerus dikaitkan dengan Partai Demokrat.

"Kalau persoalan ini tidak diselesaikan secara  profesional akan menjadi pukulan bagi partai Demokrat ke depan. Kami khawatirkan persoalan ini nantinya bisa jadi prematur karena isu yang dilemparkan ke publik semakin lama semakin menggurita dan karena itu kami minta kasus ini diselesaikan secepatnya dan tuntas. Jangan terus melempar isu ke publik yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Karena pernyataan-pernyatan seperti itu menjadi anasir dan tasfir negatif ke partai yang dirugikan secara organisasi," ujar Boyke.

Menurutnya, kalau pimpinan KPK terus berwacana di publik soal  kasus Hambalang dan Wisma Atlet ini maka pimpinan KPK tidak ada bedanya dengan konsultan politik yang hanya berwacana tapi tidak ada upaya konkrit.

"KPK itu lembaga eksekusi, eksekutor koruptor. Persoalannya sampai hari ini sudah hampir 80 saksi diperiksa terkait Hambalang tapi KPK belum bisa menguak siapa aktor utama. Kita minta apakah pimpinan KPK hanya konsultan korupsi yang suka meempar wacana, memberikan statemen ke publik atau sebagai eksekutor korupsi," tegas Boyke.

Sebagai orang di luar KPK, Boyke menilai statemen setiap saat pimpinan KPK yang  katanya akan memeriksa si A dan si B tidak bagus untuk pendidikan masyarakat ke depan.

"Kalau ada bukti kuat terkait Hambalang siapapun orangnya silakan dituntaskan. Jangan melemparkan berita ini bukan dalam standar isu. Karena negara ini dirugikan dan partai karena menyangkut persoalan 2014 nanti," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini