News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Verifikasi Parpol

PDIP Minta Intelijen Tidak Ikut Campur di Pemilu 2014

Penulis: Eri Komar Sinaga
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri (tengah) bersama cawagub DKI Jakarta yang diusung PDIP, Basuki T Purnama (kiri), dan Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo (kanan), saat menghadiri konferensi pers mengenai Pemilukada DKI Jakarta, di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (9/7/2012). Mega menyampaikan harapannya agar Pemilukada DKI Jakarta 2012 ini dapat berlangsung dengan demokratis, jujur, adil, dan bersih. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo meminta intelijen negara tidak ikut campur dalam pelaksanaan pemilihan umum 2014.

"Kami harapkan intelijen negara untuk tidak ada yang campur tangan. Itu komitmen kita bersama. PDI tetap mendukung upaya KPU untuk melaksanakan tahapan-tahapan sampai terlaksananya Pemilu," ujar Tjahjo saat verifikasi faktual di DPP Perjuangan, Jakarta Selatan, Selasa (6/11/2012).

Ia menegaskan dukungan partainya terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI agar melaksanakan tahapan-tahapan Pemilu 2014 secara demokratis.

Sebab Pemilu yang demokratis bisa dilihat dari performa KPU yang netral.

"Harapan ketua umum (Megawati Soekarno Putri)bahwa salah satu wujud Pemilu nanti akan demoratis sudah ditunjukkan KPU sebagai lembaga yang netral," ujar Tjahjo.

Tjahjo juga menyentil pelaksanaan Pemilu 2004 dan 2009 yang menurutnya sangat merugikan partai berlambang banteng itu.

"Kami berharap semoga IT KPU tidak seperti IT KPU 2004 dan 2009. Sampai sekarang kami tidak pernah mendapatkan hasil resmi dari KPU (Pemilu)tahun 2009," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini