News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Oknum DPR Minta Jatah

Jika Dahlan Bohong, Presiden Diminta Menindak

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan hadir untuk dimintai keterangan oleh Badan Kehormatan (BK) DPR RI, di Gedung Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/11/2012). Dahlan hanya menyerahkan dua dari 10 nama oknum anggota Dewan yang sempat disebutnya meminta jatah ke direksi BUMN. Warta Kota/Henry Lopulalan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disarankan menindak Menteri BUMN Dahlan Iskan jika ternyata laporan soal nama-nama anggota Dewan yang memeras BUMN ternyata tidak benar.

"Presiden tentu akan menilai menterinya, jangan-jangan Presiden salah pilih menteri," kata Anggota Badan Kehornatan (BK) DPR, Alimin, di gedung DPR RI Jakarta, Kamis (8/11/2012).

Menurut dia, lembaga hukum seperti kepolisian dan KPK tidak perlu menunggu rakyat dibohongi dengan informasi yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya.
"Kalau informasinya tidak dengan bukti valid maka lembaga dilecehkan.
Apalagi dia (Dahlan) pejabat negara, menteri BUMN," kata Alimin.

Hari ini BK DPR mengumumkan 5 anggota Dewan yang dilaporkan Dahlan Iskan memeras BUMN. Dengan demikian sudah ada 7 oknum anggota Dewan yang dilaporkan. Senin lalu Dahlan menyerahkan langsung dua nama anggota Dewan pemeras BUMN ke BK DPR.

Namun BK menyayangkan karena laporan Dahlan tidak disertai bukti, hanya kronologis peristiwa dugaan pemerasan yang diceritakan Direksi BUMN ke Dahlan.
(Aco)

baca juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini