News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Plat Nomor

Pelaku Korupsi Plat Nomor Sama dengan Simulator

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pabrik Primkoppol Korlantas Polri yang terletak di RT02/01 Kelurahan CIkiwul, Kecamatan Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (9/8/2012) ini memproduksi plat nomor kendaraan bermotor. Mulanya ada papan penunjuk bertuliskan Primkoppol Ditlantas Polri, namun kini diturunkan. (TRIBUN JAKARTA/Yogi Gustaman)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah ramai kasus dugaan korupsi pengadaan alat Simulator mengemudi kendaraan roda dua dan empat untuk pembuatan SIM, rupanya masih ada kasus lainnya yang lebih besar di Korps Lalu Lintas Polri yang kini disidik pihak Bareskrim Polri.

Kasus tersebut adalah dugaan korupsi dalam pengadaan alat pembuatan Plat Nomor Kendaraan Bermotor (PNKB) dengan jumlah dana proyek yang tak kalah besar dengan kasus Simulator SIM yang hanya mencapai Rp 190 miliar.

Menurut Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri para pelaku kasus pengadaan alat percetakan plat nomor kendaraan bermotor sama dengan pelaku pengadaan alat simulator SIM.

"Masih belum (bisa diungkapkan tersangkanya) karena ini sedang diambil KPK. Pelakunya itu-itu juga, penyelenggaranya di pengadaan di sana (Korlantas) itu juga. Itu sebetulnya rangkaian-rangkaian," ungkap Sutarman di Lapangan Bhayangkara Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (10/11/2012).

Terang Sutarman kasus pengadaan alat percetakan plat nomor dan kasus pengadaan alat simulator mengemudi sebetulnya berkaitan, tetapi melihat perkaranya tentu saja berbeda karena meskipun pelakunya sama tetapi proyeknya berbeda.

"Yang kemarin simulator beda lagi. Kejahatan itu ada locus delicti dan tempus delictinya (tahun, waktu)," ungkapnya.

Berdasarkan penelusuran Tribun sebelumnya, pabrik pembuatan plat nomor terletak di RT 02/01 Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantar Gebang, Bekasi. Pabrik tersebut menurut warga sekitar merupakan milik Primkoppol Korlantas Polri.

Bahkan, beberapa warga pun pernah ikut selametan di pabrik tersebut beberapa bulan sesudahnya melihat ada plang nama Primkoppol. Satu dua warga yang ditemui Tribun dekat pabrik mengakui itu milik Primkoppol dan mencetak plat nomor kendaraan bermotor.

"Jumlah karyawan tak sampai 50 orang. Tapi ritme mereka bekerja dibagi dalam tiga shift. Beberapa kali mobil polisi mengontrol pabrik. Kan itu pabrik itu punya polisi juga," terang warga yang minta identitasnya dirahasiakan.

Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini