TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara menilai adanya inefesiensi dana PLN sampai membengkak Rp 37,6 triliun akibat kesalahan Kementerian ESDM dan BP Migas. Marwan Batubara pun membela Menteri BUMN Dahlan Iskan yang sempat menjadi Direktur Utama PT PLN (Persero) pada saat itu.
Alasan Marwan Batubara membela Dahlan Iskan karena saat keputusan Dahlan menggunakan BBM untuk mengisi pembangkit tenaga listrik benar. Marwan menjelaskan pada tahun 2009 dan 2010, pasokan gas untuk mengisi pembangkit tenaga listrik masih kecil.
"Program pak Dahlan supaya nggak ada pemadaman di Indonesia benar. Dia terpaksa menggunakan diesel dari BBM,"ujar Marwan Batubara kepada Tribunnews.com, Senin (12/11/2012).
Marwan menjelaskan kalau pada saat itu sudah ada pembangkit tenaga listrik Dual Turing, pembangkit yang bisa diisi menggunakan BBM dan gas. Namun karena pemakaian BBM yang berlebihan, akhirnya diperlukan adanya penyewaan jenset.
"Landasan memakai BBM pada saat itu karena terpaksa agar tidak ada blackout, pak Dahlan akhirnya memasukan cara yang tepat dengan jenset,"jelas Marwan Batubara.
Klik:
Baca tanpa iklan