News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kenaikan Harga Daging Sapi Tidak Wajar, Pemerintah Didesak Turun Tangan

Penulis: Ferdinand Waskita
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Calon pembeli mengamati daging sapi di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (17/8/2012). Mendekati lebaran harga daging sapi diperkirakan terus naik mulai dari Rp 85 ribu hingga Rp 100 ribu. TRIBUNNEWS/HERUDIN

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua komisi IV DPR, M. Romahurmuziy mendesak pemerintah segera atasi lonjakan harga daging sapi yang terjadi beberapa hari terakhir.

"Kenaikan harga daging sapi sepekan terakhir sudah di luar kewajaran, padahal tidak ada kenaikan konsumsi yang berarti," kata pria yang akrab dipanggil Romy di Jakarta, Minggu (18/11/2012).

Romy meminta agar pemerintah segera menyelesaikan masalah yang terjadi di rantai pasok. "Persoalannya hanya mungkin di dua tempat para pengusaha penggemukan sapi (feed lotter) atau para pengusaha rumah potong hewan (jagal sapi)," kata Sekretaris Jenderal PPP itu.

Untuk menyelesaikan persoalan ini, Romy mengatakan pemerintah harus cermat betul dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan.

"Pemerintah jangan gegabah menambah kuota impor daging atau sapi, karena belum tentu di situ persoalannya," ujarnya.

Ia mengatakan populasi sapi nasional sekarang sekitar 15,9 juta ekor. Artinya, stok ini cukup untuk pasokan domestik, tanpa harus terjadinya kenaikan harga, terutama menjelang libur natal dan tahun baru.

"Pemerintah harus mendata, dimana populasi itu berada, dan bagaimana memobilisasinya ke rumah-rumah potonghewan di pusat-pusat konsumsi, khususnya Jabodetabek," tegasnya.

Komisi IV DPR RI, kata Romy, akan mengagendakan pemanggilan pihak-pihak terkait. "Seperti dirjen peternakan kementan serta asosiasi pedagang sapi, asosiasi pedagang bakso, asosiasi importir daging sapi, dan asosiasi feed lotter," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini