News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Polisi Malaysia Perkosa TKW Indonesia

Muhaimin: Polisi Malaysia Diskriminatif Terhadap WN Indonesia

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Anwar Sadat Guna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar (tengah) menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR RI, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/11/2012). Muhaimin diundang Komisi IX DPR RI terkait permasalahan yang dihadapi Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri, termasuk membahas masalah perkosaan TKI di Malaysia, iklan TKI on sale, dan beberapa TKI yang menghadapi hukuman mati di Arab.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar melihat adanya diskriminasi aparat Malaysia kepada WN Indonesia.

Hal itu didasari pada kasus-kasus yang terjadi di Malaysia dengan melibatkan WN Indonesia.

"Dari berbagai peristiwa polisi Malaysia terhadap WNI saya menyimpulkan ada sesuatu yang salah dalam penanganan WNI," kata Muhaimin di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (20/11/2012).

Untuk itu, Muhaimin berharap adanya peningkatan diplomasi antara Indonesia dan Malaysia. "Kita menangkap pesan ada diskriminatif dan tidak melihat HAM walaupun WNI Indonesia ilegal," katanya.

Pria yang akrab dipanggil Cak Imin itu mendorong Kementerian Dalam Negeri Malaysia agar mewujudkan polisi yang profesional.

Sementara dari Indonesia, kata Cak Imin, tetap Kementerian Luar Negeri menjadi ujung tombak. "Kita minta polisi Malaysia profesional tidak diskriminatif terhadap WNI ilegal," tukasnya.

Sebelumnya, pada Jumat, 9 November 2012 pukul 06.00, seorang polisi menghentikan taksi yang ditumpangi seorang tenaga kerja wanita asal Indonesia. Polisi meminta paspor korban, namun korban hanya memberikan fotokopi paspor.

TKI juga dimintai uang, namun karena TKI tidak mempunyai uang, korban dibawa ke kantor polisi di Bukit Mertajam, Penang, Malaysia dan korban telah dilecehkan secara seksual oleh tiga oknum polisi.

Setelah ketiga polisi melakukan perbuatan keji tersebut, korban dipulangkan dan diminta untuk tidak mengatakan apapun.

Lalu hari Sabtu, 9 November 2012, seorang sopir taksi bernama Tan menemani korban ke kantor pengaduan Partai Politik MCA (Malaysian Chinese Association) dan diterima oleh pegawai MCA, Liew Rui Tuan. Kasus tersebut selanjutnya dilaporkan ke polisi setempat.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini